Sabtu, 31 Juli 2010

Iqama System Violations & Penalties (Part 1)









Iqama System Violations & Penalties




No. Pelanggaran Hukuman

1 .Tidak melaporkan untuk pembaharuan Iqama 3 hari sebelum berakhirnya tanpa alasan yang berlaku

• Jika majikan pemohon adalah perusahaan perorangan atau swasta, ia wajib membayar dua kali lipat biaya Iqama.

• Jika pemohon adalah bekerja untuk sebuah lembaga pemerintah, lembaga ini bertanggung jawab untuk mengirimkan Iqama baru dan permintaan perpanjangan Iqama personil mereka dalam waktu 2 bulan merekrut mereka dan sebelum berakhirnya nya. Dalam hal keterlambatan, lembaga pendidikan wajib menyelidiki dengan karyawan yang bertanggung jawab atas keterlambatan ini untuk menentukan tindakan disipliner untuk pelanggaran tersebut.

2 .Pendatang yang gagal untuk membuktikan Kepemilikan dari Iqama dan semua informasi yang diperlukan untuk menetap di KSA.

Jika ia gagal untuk memberikan alasan yang berlaku untuk otoritas yang bersangkutan, ia akan didenda sebagai berikut:

• 1000 S.R. Pertama kali.

• 2000 S.R. kedua kali.

• 3000 S.R. ketiga kali

3 .Tidak melaporkan untuk pembatalan atau memperbarui keluar / masuk kembali visa atau visa keluar akhir sebelum berakhirnya nya.Akan di kenakan denda sebagai berikut:

• 1000 S.R. Pertama kali.

• 2000 S.R. kedua kali.

• 3000 S.R. kedua kali.

• Dia harus melengkapi dengan visa baru jika diperlukan, sesuai dengan prosedur hukum.

4 .Tidak melaporan kehilangan paspor atau Iqama dalam waktu 24 jam (maksimum) .Akan di kenakan denda sebagai berikut:

• 1000 S.R. Pertama kali.

• 2000 S.R. kedua kali.

• 3000 S.R. kedua kali.

5 . Praktek bekerja dengan tanggungan seperti istri dan anak-anak . Akan di kenakan denda sebagai berikut:

• 1000 S.R. Pertama kali.

• 2000 S.R. kedua kali.

• 3000 S.R. ketiga kali dan masalah akan dirujuk kepada Menteri Dalam Negeri untuk arah ke arah penghentian pelanggar's Iqama dan mendeportasi dia.

6 .Overstaying di KSA pada saat berakhirnya visa

• pelanggar harus dikenakan denda wajib minimum sebagai tahanan, denda dan mendeportasi.

• Finalisasi nya mendeportasi prosedur setelah mengumpulkan denda menurut undang-undang, masalah visa keluar untuk dia dan mempercepat perjalanannya.

• Jika pelanggar yang datang untuk mengunjungi penduduk, hal ini akan mengacu kepada Menteri Dalam Negeri untuk mengeluarkan arahan terhadap warga yang menyimpan dia untuk mengakhiri nya Iqama dan mendeportasi dia.

7 .Mempekerjakan seorang ekspatriat dengan visa pengunjung

• Jika visa berlaku ia akan dideportasi.

• Jika visa itu berakhir ia akan dideportasi setelah menerapkan prosedur hukum.

• Majikan harus didenda sesuai dengan langkah-langkah hukum, jika pemberi kerja adalah penduduk asing, dia akan dilaporkan kepada pihak berwenang setelah melaksanakan proses hukuman kepadanya, untuk mempertimbangkan deportasi nya.

8 .Memperoleh atau membantu seorang individu untuk memperoleh menempa Iqama atau visa sendiri. Mengambil kesempatan kerja atau membantu setiap individu untuk mengambil kerja berdasarkan pemalsuan atau kecurangan.


• Jika pelanggaran adalah ekspatriat, ia akan didenda 10.000 SR atau dipenjara selama 3 bulan atau keduanya, bersama dengan berakhirnya nya Iqama dan deportasi dari Kerajaan.

• Jika pelanggar adalah Warga Negara Saudi, ia akan didenda 10.000 SR pertama kalinya. 15.000 S.R. dalam waktu yang kedua bersama dengan salah satu bulan penjara. 15.000 S.R. dalam waktu ketiga bersama dengan 3 bulan penjara. Jenis pelanggaran harus dipertimbangkan ketika menerapkan hukuman.

• Hukuman ini berlaku untuk pelaku utama, mitra dan kontributor.

• Dibayar uang akan disita dalam semua kasus.

• Denda yang dikalikan sesuai dengan jumlah individu yang terlibat dan pelanggaran.

9. Mengirimkan dokumen pemalsuan atau memberikan pernyataan palsu kepada pihak berwenang di Kerajaan Saudi atau di luar negeri untuk mendapatkan untuk dirinya sendiri atau untuk individu lain Iqama atau jenis visa.


Lihat hukuman di paragraph 8.



10. Pemalsuan, atau mengubah isi dokumen perjalanan asing atau Iqamas, dan mengeredar kan diantara mereka

Lihat hukuman di paragraph 8..



11. Trading entry visas

Lihat hukuman di paragraph 8..

12 . Menunda aplikasi dan pelamar, dengan kantor pelayanan, menyelesaikan aplikasi secara ilegal dan berurusan dengan orang asing secara langsung (tidak melalui majikan), mempekerjakan ekspatriat di kantor, menerima aplikasi tidak ditandatangani oleh majikan atau penandatangan yang berwenang dan tanda tangan tidak lengkap dan membuktikan atau melebihi mereka dalam otorisasi ekspedisi aplikasi paspor khusus Saudi dan aplikasi Iqama bagi mereka yang datang ke Kerajaan dengan visa non kerja


langkah-langkah berikut harus diambil terhadap setiap kantor pelayanan melanggar (meskipun prasangka untuk setiap hukuman yang diberikan dalam hukum seperti dalam Pemalsuan, penyuapan, paspor dan peraturan Iqama):

• Dalam contoh pertama, peringatan resmi harus dikirim ke kantor oleh direktur kantor paspor yang laporan kantor pelayanan pengejar, jika pelanggaran tidak mewajibkan tindakan lebih lanjut.

• Jika pelanggaran itu diulangi atau yang kotor, hal ini akan mengacu kepada Departemen Perdagangan (sebagai otoritas yang bertanggung jawab mengeluarkan izin untuk kantor pelayanan) mengusulkan hukuman yang sesuai suspensi bervariasi dari tiga bulan, enam bulan atau tahun atau pengakhiran lisensi kantor itu sesuai dengan pengulangan pelanggaran dsb.

13. Kembalinya Pendatang asing yg telah dideportasi ke KSA setelah diusir.

• Dalam contoh pertama, denda adalah 1000 S.R. dan re-deportasi.

• Untuk contoh kedua, denda adalah 2000 SR, 5 bulan penjara dan deportasi kembali.

• denda tersebut harus dikumpulkan dari deportasi segera setelah menunjukkan kesediaan untuk membayar itu, untuk menghindari kemungkinan menunda selama finalisasi prosedur-nya.



14 .Berlama-lama tinggal di KSA setelah melakukan nya Haji atau umrah, menyembunyikan dia atau membantu dia untuk tinggal secara ilegal di negara ini


• Jika pelanggar adalah penduduk asing, denda nya adalah 10.000 SR, atau satu bulan penjara, atau keduanya bersama dengan pemutusan hubungan nya Iqama dan mendeportasi dia.

• Jika pelanggar adalah seorang warga negara, denda di contoh pertama 10.000 SR dan minimal dua minggu penjara. Untuk contoh kedua, denda nya adalah 20.000 SR dan 1 bulan penjara. Ketiga contoh adalah denda 30.000 S.R. dan tiga bulan penjara.

• Denda yang dikalikan sesuai dengan jumlah individu yang terlibat.

• Jika warga negara tidak mampu membayar denda, dia harus dipenjara karena interval antara 1 sampai 6 bulan.

• Publikasikan hukuman pelanggar di pers lokal dengan penilaian atasnya sesuai dengan petunjuk kecaman.

• Dalam kasus menyewa tempat tinggal untuk overstayer itu, penyewa harus dianggap sebagai pelanggar. Ia akan memberikan janji yang harus disimpan untuk referensi di masa mendatang. Jika pelanggaran berulang, unit rumah harus ditutup selama enam bulan, dan selama satu tahun pada pelanggaran kedua dan ketiga dalam contoh penutupan akan selama dua tahun.

• Dalam contoh pertama, usia pelanggar Saudi dan kondisi kesehatan akan dipertimbangkan untuk durasi penjara, dibuktikan oleh dokumen dibuktikan.



15 ,Haji, umrah tamu atau pengunjung Masjid Nabi, yang digunakan diri, dan bekerja untuk dirinya sendiri atau yang tidak meninggalkan negara itu setelah berakhirnya visa.


•dikenakan biaya sebesar 10.000 S.R. atau satu bulan penjara atau keduanya.

• dokumen Nya akan disalin dan dikirim ke Departemen Luar Negeri untuk memberitahukan Kedutaan Besar Saudi di negaranya untuk menunda pemberian visa untuk dirinya Umrah atau mengunjungi sebelum tahun minimal dari deportasi nya.

• Dia harus dideportasi atas biaya sendiri
















































Jumat, 30 Juli 2010

Kajian Triwulan

Assalamu'alaykum...
Alhamdulillah...Acara kajian triwulanan di jubail dakwah center berjalan lancar. Kajian yang di isi oleh ustadz muda belia kelahiran kota ukir, kota kelahiran Raden ajeng kartini. beliau membawakan materi hukum-hukum dan adab derdoa secara gamblang dan mudah dicerna. tidak terlihat kecanggungan dalam memaparkan materinya. Subhanallah kesan pertama melihat saya tidak menyangka kalau beliau adalah seorang ustadz yang mumpuni. setelah menyimak paparan materi yg dibawakan baru terlihat jelas kadar keilmuan beliau  yang sekarang masih meneruskan kuliahnya di Universitas Islam Madinah.
(Dekorasi panggung by Dekor team)
Kuliah ini jumlah pengunjungnya agak sedikit berkurang bukan karena minimnya keinginan masyarakat indonesia yang domisili di Jubail, tapi hal ini mungkin disebabkan banyaknya warga yang mudik ke indonesia (kalo ane masih betah disini...hehehehe) dan disaat bersamaan banyak dari warga indonesia yang mulai masuk shift. 
(suasana dalam mesjid menunngu kajian di mulai)
Tapi dont worry bagi yang belum sempat mengikuti kajian tadi malam, Doakan saja Mas Rudi Tasnee (editing Programmer) bisa menyelasaikan tugasnya ASAP... peace mas Rudi :) Insya Allah.
 (Ustadz Musyaffa Lc)


 Acara ini juga dihadiri oleh jamaah ibu-ibu beserta anak-anaknya
 Serbu......





Kamis, 29 Juli 2010

Coming Soon.....


Pengen tau Apa aja yang akan hadir pada Big Sale of Ramadan???

Coming Soon.....

Tunggu kehadirannya sebentar lagi di blog ini............

Pengajian Triwulanan Jubail Islamic Dakwah Center

Assalamu'alaykum

Alhamdulillah...Sepertinya waktu berjalan begitu cepat. Masih terasa hangat di dada isi kajian triwulan pertama (Hukum Seputar Ruqiyah) begitu pula dengan Kajian Islam Sehari (KIS 6) yang bertemakan "Aqidah Beres, Negara Sukses". Kini kajian Triwulanan sudah diambang mata. Kajian kali ini insya Allah akan di adakan pada :

Hari :   Kamis
Tanggal : 17 Rajab 1431 H  /  29 Juni 2010
Waktu : Ba'da Sholat Maghrib dan dilanjutkan setelah sholat isya hingga selesai.
Tempat : Mesjid Jubail Dakwah Center KSA.
Tema : Melerai duka dengan doa.

Materi yang akan disampaikan adalah hukum-hukum seputar DOA. yang insya Allah akan disampaikan oleh Ustadz Musyaffa Lc, be;iau adalah Mahasiswa Program magister universitas Islam Madinah. Materi kajiannya seperti biasa akan di dokumentasikan dalam bentuk MP3 dan CD dan bagi yang berminat harap bersabar Insya Allah akan diliris secepatnya pasca kajian.

Senin, 26 Juli 2010

7 golongan manusia yang dinaungi Allah dan 7 hal yang dibenci Allah




Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَظِلَّ اِلاَّظِلُّهُ: اِمَامٌ عَادِلٌ وَشَابٌّ نَشَأَ فِى عِبَادَةِ اللهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ بِالْمَسْجِدِ اِذَاخَرَجَ مِنْهُ حَتَّى يَعُوْدَ اِلَيْهِ وَرَجُلاَنِ تَحَاباَّ فِى اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَافْتَرَقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ فِى خَلْوَةٍ فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتَ مَنْصَبٍ وَجَمَالٍ اِلَى نَفْسِهَا فَقَالَ اِنِّى أَخَافُ اللهَ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ.

"Golongan manusia yang dinaungi Allah di bawah naungan-Nya pada hari kiamat, yaitu hari yang tidak ada satu naungan padanya selain daripada naungan Allah, di antaranya ialah:

1. Pemerintah (pemimpin) yang adil.

2. Pemuda yang hidupnya sentiasa dalam mengerjakan ibadah kepada Rab-nya.

3. Orang yang hatinya sentiasa terikat dengan masjid

4. Dua orang yang berkasih sayang kerana Allah di mana kedua-duanya berkumpul dan berpisah untuk mendapat keredaan Allah

5. Orang yang dibujuk oleh perempuan yang kaya lagi rupawan untuk bersatu dengannya lalu ia menolak dengan berkata:” Aku takut kepada Allah!”,

6. Orang yang bersedekah secara bersembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberi oleh tangan kanannya.

7. Orang yang menyebut atau mengingat Allah dengan keadaan tidak ada dalam ingatannya perkara lain, lalu menitis air matanya kerana mengingatkan sifat Jalal dan sifat Jamal Allah."

(Riwayat Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ibnu Majah )

Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw beliau berkata:

Jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang membinasakan." Para sahabat bertanya:

"Apa tujuh perkara itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab:

 1."Menyekutukan Alloh SWT,

2.sihir,

3.membunuh jiwa yang diharamkan Alloh SWT kecuali dengan haknya,

4.memakan harta riba,

5. memakan harta anak yatim

6. lari dari medan pertempuran saat perang sedang berkecamuk.

7. Menuduh berzina terhadap wanita baik-baik yang mukmin yang tidak terlintas dalam pikirannya untuk berbuat keji

(HR.Bukhari 2560, Muslim 129, An Nasai 3611, Abu Daud 2490

Minggu, 25 Juli 2010

مرحبا يا رمضان...Selamat Datang Bulan Ramadhan


السلام عليكم

Bagaimana Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Segala puji bagi Allah yang menjadikan Ramadhan sebagai penghulu bulan-bulan dan melipatgandakan pahala kebaikan didalamnya. Shalawat beserta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Saw. yang telah diturunkan Al-Qur’an kepadanya sebagai petunjuk, rahmat, nasehat, dan penyembuh bagi manusia.
Alangkah bahagianya kaum muslimin dengan kedatangan bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan, bulan Al-Qur’an, bulan ampunan, bulan kasih sayang, bulan doa, bulan taubat, bulan kesabaran, dan bulan pembebasan dari api neraka. Bulan yang ditunggu-tunggu kedatangannya oleh segenap kaum muslimin. Bulan
yang sebelum kedatangannya Rasulullah Saw. berdoa kepada Allah: Bulan dimana orang-orang saleh dan para generasi salaf berdoa kepada Allah agar mereka disampaikan ke bulan Ramadhan enam bulan sebelum kedatangannya, Mualla bin al-Fadhl berkata: “Mereka (salaf) selama enam bulan berdoa kepada Allah supaya disampaikan ke bulan Ramadhan, dan berdoa enam bulan selanjutnya agar amalan mereka pada bulan
Ramadhan diterima.” Kenapa mereka begitu bersungguh-sungguh memohon kepada Allah agar disampaikan ke bulan Ramadhan? Mari kita dengarkan sabda Rasulullah Saw. ketika beliau memberi kabar
para sahabatnya dengan kedatangan bulan Ramadhan: "Ketika datang malam pertama dari bulan Ramadhan seluruh setan dibelenggu, dan seluruh jin diikat. Semua pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang terbuka. Semua pintu sorga dibuka hingga tidak ada satu pun pintu yang tertutup. Lalu tiap malam datang seorang yang menyeru: "Wahai orang yang mencari kebaikan kemarilah; wahai orang yang mencari keburukan menyingkirlah. Hanya Allah lah yang bisa menyelamatkan dari api neraka". (H.R.Tirmidzi). Rasulullah Saw. juga bersabda: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah telah mewajibkan di dalamnya puasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu langit, menutup pintu neraka, dan
membelenggu setan-setan. Di dalamnya Allah memiliki satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang diharamkan kebaikan malam itu maka ia sungguh telah diharamkan (dari kebaiakan).” (HR. Nasa’i dan Baihaki). Imam Ibnu Rajab al-Hanbali mengomentari hadits ini dengan perkataannya: “Hadits ini merupakan dasar dan dalil memberi ucapan selamat yang dilakukan kaum muslimin kepada muslimin lainnya dengan kedatangan bulan Ramadhan, bagaimana seorang mukmin tidak bergembira dengan dibukanya pintu sorga? Bagaimana seorang mukmin tidak bergembira dengan ditutupnya pintu neraka? Bagaimana orang yang berakal tidak bergembira dengan masa dimana setan-setan dibelenggu?” Hendaklah kita juga mencontoh para salaf dengan senantiasa berdoa kepada Allah agar disampaikan ke bulan Ramadhan yang penuh dengan
berbagai macam keberkahan dan keutamaan tersebut. Ramadhan adalah tamu istimewa. Adalah merupakan kewajiban bagi kita sebagai tuan rumah untuk menyambut kedatanganya dengan suka cita dan memuliakannya. Jika ada seorang presiden atau petinggi negara akan berkunjung ke rumah kita pasti kita akan direpotkan dengan berbagai persiapan untuk menyambutnya. Kita pasti akan menata dan memperindah rumah kita, menyiapkan makanan istimewa dan lain-lain. Ramadhan lebih dari sekedar presiden atau pejabat
tinggi lain atau apa pun saja. Ramadhan adalah anugerah Allah yang luar biasa. Ramadhan adalah kesempatan untuk menyiapkan masa depan kita di dunia dan akhirat; oleh karenanya kita mesti mempersiapkan kehadirannya dengan persiapan yang paripurna agar kita bisa sukses meraih gelar takwa dan mendapat janji Allah yaitu ampunan dan bebas dari api neraka. Apa saja perkara yang harus dipersiapkan menjelang kedatangan tamu tersebut?

 Menu berbuka puasa ala Masjidil haram...Zamzam, Gahwa and rotop.

1) Niat yang sungguh-sungguh
Ketika Ramadhan menjelang banyak orang berbondong-bondong pergi ke pasar dan supermarket untuk persiapan berpuasa.Mereka juga mempersiapkan dan merencanakan anggaran pengeluaran anggaran untuk bulan tersebut. Tetapi sedikit dari mereka yang mempersiapkan hati dan niat untuk Ramadhan.Puluhan kali Ramadhan menghampiri seorang muslim tanpa meninggalkan pengaruh positif pada dirinya seakan-akan ibadah Ramadhan hanya sekedar ritual belaka .

2) Bertaubat dengan sungguh-sunguh.
“Setiap manusia adalah pendosa dan sebaik-baik pendosa adalah yang bertaubat” demikian sabda Rasulullah Saw. seperti yang diwartakan Ahmad dan Ibnu Majah.Di antara karunia Allah adalah selalu mengulang-ulang
kehadiran momen-momen kebaikan. Ada momen yang diulang setiap pekan, bulan, tahun dan lain-lain. Ramadhan adalah salah satu dari momen tersebut yang selalu datang setiap tahun.


3) Mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan puasa dan ibadah Ramadhan lain.
“Menuntut ilmu wajib setiap muslim” (HR. Ibnu Majah). Ilmu yang Rasulullah Saw. maksudkan dalam hadits ini adalah ilmu yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah yang Allah wajibkan kepada setiap hamba.


4) Persiapan fisik dan jasmani.
Menahan diri untuk tidak makan dan minum seharian penuh selama sebulan tentu memerlukan kekuatan fisik yang tidak sedikit, belum lagi kekuatan yang dibutuhkan untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan shalat tarawih dan shalat sunnah lainnya, ditambah kekuatan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an dan beri’tikaf selama sepuluh hari di akhir Ramadhan. Kesemua hal ini menuntut kita selalu dalam kondisi prima sehingga dapat memanfaatkan Ramadhan dengan optimal dan maksimal.
Adapun keutamaan Bulan Ramadhan adalah:
Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an. Allah k berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil).” (Al-Baqarah: 185)


Pada bulan Ramadhan pula terdapat malam Lailatul Qadar. Allah SWT berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. تَنَزَّلُ الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ. سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur’an pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar.” (Al-Qadar: 1-5)


Semoga Allah SWT mempertemukan kita semua dengan bulan Ramadhan.

Kamis, 22 Juli 2010

Pecahan duit saudi arabia...

Assalamu’alaykum..
Hi…
Di Edisi kali ini saya ingin memperkenalkan sedikit tentang pecahan mata uang saudi arabia yang berlaku saat ini dan mungkin masih berlaku hingga 5 tahun ke depan. karena menurut penerawangan saya (heheheheee) maksudnya analisis saya (hihihihii) pecahan mata uang saudi jarang mengalami perubahan. Hal itu bisa dilihat dari bentuknya yang lecek-lecek alias kumel tapi harum rasanya….
hal ini saya tampilkan bukan dengan niat pamer tapi hanya sekedar berbagi cerita, siapa tau ada dari rekans yang ingin menukar rupiah dengan riyals untuk keperluan umroh atau persiapan hijrah ke mari :)

kita mulai dari pecahan terkecil… ini namanya HALALA alias setengah Riyal. sangat berguna buat menyembuhkan masuk angin (ngerock)

nyang ini satu riyals keluaran terbaru.

yang ini satu riyal produk lama tapi masih laku buat beli teh manis segelas.
kalo yang satu ini 5 riyal bisa beli 2 kaleng bebsi (pepsi versi arab)
Assaro riyal alias 10 riyal.. yang ini biasanya paling dicari jamaah haji bila mau ke tanah suci.

50 dan 20 riyals… yang ini biasanya paling banyak di dompet karena penggunaannya common :)
Miya riyal alias seratus riyal… yang menjadi idaman ibu-ibu di jubail..heheheee
kalo yang ini pecahan mata uang terbesar di saudi dan paling di buru sama semua TKI saudi arabia hihihihiii

Nah kalo yang satu ini bukan mata uang saudi..tapi denger-denger udah ga laku di indonesia. wah sayang amat padahal masih banyak stocknya di saudi..mau????

Rabu, 21 Juli 2010

Biaya umroh dari Jubail KSA…


 Assalamu'alaykum
MASJIDIL HARAM TAMPAK DEPAN
KA'BAH
Bagi masyarakat jubail dan sekitarnya pasti tidak asing lagi judul diatas, tapi ini sekedar sharing aja buat temen-temen yang ingin kerja di KSA mungkin ini bisa dijadikan satu alasan mengapa kita memilih KSA menjadi tempat kita mengais sedikit rezeki.
Ada dua alternative cara untuk dapat menuju Tanah suci mekah dari jubail KSA. Yang pertama lewat darat dan yang kedua lewat udara… untuk sesi ini saya akan memaparkan lebih dalam cara yang pertama karena hal itu lebih banyak dipilih oleh masyarakat jubail karena harganya yang relative lebih murah ketimbang cara yang kedua.
Melalui jalan darat, mayoritas masyarakat jubail menggunakan jasa agent perjalanan umroh yang banyak bertebaran di jubail city. Saking banyaknya maka harganya pun bersaing tergantung pelayanan yang mereka tawarkan..
Harga kisaran awal untuk satu kali perjalanan umroh (Pulang-Pergi alias PP) sekitar SR.55 sampai dengan SR.80.- . Dengan harga segini akomodasi apa aja yang kita dapatkan. Yang jelas seperti kata pepatah…”murah koq mau enak”. Yang jelas dengan harga segitu kita bisa berangkat ke tanah suci dengan kendaraan full AC walau terkadang dengan kondisi mobil yang agak sedikit tua. Berangkat dari jubail hari Rabu petang sekitar pukul 15:30 ~ 16:30 paling lambat. Dan insya Allah tiba di mekkah pukul 10:00 pagi. Setibanya di mekkah kita di drop di shelter terdekat dari Masjid il Haram dan biasanya didekat pintu safa-marwah atau yang biasa di sebut kawasan Saudi post. Dari sini kita mencari hotel untuk menyimpan barang dan menginap karena kita baru akan kembali ke jubail selepas sholat jum’at.
 BUS TRANS JUBAIL ~ MEKKAH
Harga hotel tergantung bulan atau fasilitas yang kita dapatkan. Untuk hari biasa kita bisa mendapatkan hotel dengan biaya SR.30.- s/d  SR.50.- dengan fasilitas  2atau 3  tempat tidur dan satu kamar mandi dan AC. Tapi bila Ramadhan harganya bisa naik 2x lipat dan sulit mendaatkan hotel yang dekat dengan Masjidil Haram.
Dan untuk makanan..jangan kawatir karena ada banyak masakan arab, india atau turki di sekitar masjidil haram. Bahkan makanan cepat saji dari negeri paman sam pun ada. Kalaupun anda kepingin makanan dengan rasa melayu anda bisa datang ke warung Indonesia atau earung Malaysia yang terletak tepat di lokasi atas hotel safa yang ada di depan mesjidil haram. Dan kalaupun malas untuk keluar hotel untuk mencari makanan, anda bisa memesan kepada orang Indonesia yang sudah lama bermukim di Mekkah. Anda bisa menghubungi pak Syafei (pemilik warung si Doel) atau pak Fachrie..mereka menyiapkan paket delivery order untuk pemesanan di atas sepuluh box dan harganya sekitar SR.10.- . menunya pun bervariasi mulai dari bakso hingga nasi uduk untuk sarapan pagi.
 TAHALUL
Tuk masyarakat Indonesia yang ada di jubail kita punya program ruting Umroh yang biasanya di bimbing langsung sama ustadz asli Indonesia. Dan satu hari sebelum keberangkatan biasanya kita diberi petunjuk manasik umroh agar kita mendapatkan ilmu yangbenar tentang tata cara manasik umroh yang sesuai dengan apa yang di ajarkan Rasulullah  SAW dan di ikuti oleh para sahabat dan Salafusolih. Umroh regular yang dilaksanakan oleh komunitas masyakat Indonesia adalah tiap 2 bulan sekali. Bila dating ramadhan frekwensinya di tingkatkan menjadi 2 x dalam sebulan. Biayanya sekitar SR.200.- dengan fasilitas mobil Bus keluaran tahun terbaru. Jatah makan malam dengan menu Indonesia untuk berangkat dan pulang. Dan hotel dengan kualitas bintang 4 atau bintang 5.
 KONDISI DI DALAM BUS (diperagakan oleh model)
Tapi satu hal yang harus di ingat, sopir bus di Saudi tidak seperti sopir bis di Indonesia. Kalo di Indonesia sopir mengikuti keinginan penumpang tapi di sini kita harus patuh dengan peraturan si sopir.. Anyway yang penting kita bisa beribadah dengan tenang dan berharap mendapatkan pahala umroh dari Allah SWT.. amin
Do’a kami semoga Allah memberikan kemudahan kita semua untuk dapat mengunjungi Baitullah… Labbaik Alllahuma Labbaik..

KOTA THOIF (BATAS DI HARAMKANNYA SEGALA LARANGAN HAJI)
 
 FAMILY SECTION
 HOTEL DI MAKKAH
 
REST AREA
YANG INI YANG PALING PENTING...SEKSI KONSUMSI UMROH.

Selasa, 20 Juli 2010

Ketika musim panas tiba...

Assalamu'alaykum...
Ketika musim panas tiba...pasti perasaan yang timbul melulu tentang teriknya matahari yang bisa membuat keringat kuyup membasahi pakaian yang menempel di badan dan sengatan matahari yang kadang menggosongkan kulit..(dramatisasi padahal udah item dari sononya...hehhehehe)

      Mumpung musim panas belum samapi puncaknya..disempetin dech berpose di bawah pohon korma.
 Para ibu-ibunya pun ga mau ketinggalan tapi kalo para bapaknya ga! katanya dah pada bosen ama korma :)

              Kalo yang ini pasti dah pada kenal..yang beda cuma ukurannya yang EXTRA LARGE

     Nah kalo buah yang satu ini apa namanya????


Tapi tahukah anda (ciyeee) bahwa di saat panas terik tersebut di negeri padang pasir yang tandus, justru pada saat itu Allah melimpahkan banyak kenikmatan yang pada saat musim jarang atau hampir tidak bisa kita temukan.Apakah bentuk kenikmatan itu? munculnya beraneka ragam buah-buahan atau yang biasa kita sebut "PANEN" (Masya Allah Tabarakallah)

Minggu, 18 Juli 2010

Hentikan datangnya bencana.....


Materi kajian islam Jubail Dakwah Center
Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabatnya, amiin.
Saudaraku! Ucapkanlah :
(إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا)
"Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kamipun kepada-Nya akan kembali. Ya Allah karuniakanlah kami pahala atas ketabahan kami menerima musibah ini dan gantikanlah kami dengan yang lebih baik dibanding apa yang telah sirna karena musibah tersebut."
Kembali negara kita dirundung musibah. Saudara-saudara kita umat Islam di negri kita tercinta kembali mendapat cobaan. Gempa kembali menghancurkan bangunan, perumahan dan merenggut jiwa sebagian saudara kita dan melukai tubuh sebagian lainnya.
Jangan berkecil hati! Tetaplah berbaik sangka kepada Allah Ta'ala, dan tabahkanlah hatimu. Percayalah, bila anda tabah menerima musibah ini, tanpa keluh kesah, dan tetap berbaik sangka kepada suratan takdir ilahi ini, niscaya Allah memberikan jalan keluar terbaik bagi kita dan negri kita. Bukan hanya jalan keluar yang terbaik, bahkan musibah ini berubah menjadi nikmat.
]وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ   {155} الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ {156} أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ [ البقرة 155-157
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un." Mereka itulah yang mendapatkan pujian dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."  Al Baqarah 155-157
Saudaraku! Ummu Salamah radhiallahu 'anha mengisahkan : Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa ditimpa musibah, selanjutnya ia berkata:
(إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا)
"Niscaya Allah melimpahkan pahala kepadanya dalam musibah yang menimpanya itu dan menggantikannya dengan yang lebih baik dari apa yang telah sirna darinya." Dan tatkala suamiku Abu Salamah meninggal dunia, akupun mengucapkan ucapan itu, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, dan ternyata Allah menggantikanku dengan yang lebih baik dari Abu Salamah, yaitu Rasulullah SAW." Riwayat Al Bukhari.
Benar, sekedar masa 'iddah Ummu Salamah berlalu, Rasulullah SAW mengutus utusan untuk melamar Ummu Salamah untuk dijadikan sebagai istri beliau SAW.
Allahu Akbar! Benar-benar pengganti yang lebih baik, dan bahkan tiada yang lebih baik darinya. Betapa tidak, mendapat kehormatan menjadi pendamping Rasulullah SAW semasa hidupnya di dunia, menjadi belahan jiwanya di dunia. Dan sudah barang tentu menjadi pendamping beliau di surga, di sisi Allah Ta'ala. Benar-benar beliau Ummu Salamah radhiallahu 'anha mendapat karunia kebahagian di dunia dan akhirat.
Apa yang dialami oleh Ummu Salamah ini hanyalah contoh nyata dari apa yang dijanjikan Allah Ta'ala kepada orang-orang yang bersabar.
Dan bila saudara bertanya: Bila demikian adanya, maka apa yang mungkin kita peroleh sebagai ganti dari apa yang menimpa kita sekarang ini; rumah rusak, harta benda hancur berantakan, kerabat luka-luka dan mungkin meninggal dunia?
Jangan kawatir saudaraku! Ganti yang lebih besar telah Allah siapkan untuk anda, bila anda benar-benar bersabar menjalani musibah ini. Anda ingin tahu apa balasan yang telah menanti anda? Simaklah jawabannya dari Rasulullah SAW :
(أُمَّتِى هَذِهِ أُمَّةٌ مَرْحُومَةٌ لَيْسَ عَلَيْهَا عَذَابٌ فِى الآخِرَةِ عَذَابُهَا فِى الدُّنْيَا الْفِتَنُ وَالزَّلاَزِلُ وَالْقَتْلُ) رواه أحمد وأبو داود وصححه الحاكم ووافقه الألباني
"Ummatku ini adalah ummat yang dirahmati, mereka semua tidak akan disiksa secara menyeluruh di akhirat, siksa mereka hanyalah terjadi di dunia, berupa berbagai kekacauan, gempa bumi dan pertumpahan darah yang menimpa mereka." Riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan dinyatakan sebagaihadits shahih oleh Al Hakim dan disetujui oleh Al Albani.
Saudaraku! Berbagai musibah yang silih berganti menimpa negri kita, adalah sebagai tebusan atas berbagai kemaksiatan yang akhir-akhir ini merajalela di negri kita. Pornografi, pornoaksi, riba, narkoba, tidak membayar zakat, dan memakan harta haram.
Mungkin anda akan berkata: Mengapa anda kok begitu pesimis dan berburuk sangka terhadap masyarakat dan negara anda sendiri?
Saudaraku! Ketahuilah bahwa saya tidak sedang berburuk sangka dan pesimis terhadap negri dan masyarakat saya sendiri. Coba saudaraku sekalian membandingkan keadaan negri kita sekitar 20 tahun silam dengan negri kita sekarang. Jauh berbeda bukan?
Walaupun hati ini pilu, seakan hancur tersayat-sayat mengikuti berita musibah yang demikian brtubi-tubi dan silih berganti. Akan saya masih dapat menyaksikan sinar harapan yang tetap bercahaya bersama terbitnya mentari di setiap pagi hari.
Betapa tidak, walau kemaksiatan dan kemungkaran telah begitu meraja lela, akan tetapi Allah Ta'ala masih sudi menerima tebusan dari kita yang terwujud dalam bencana alam.
Andai Allah Ta'ala talah menutup pintu harapan dari negri kita, niscaya Allah akan menunda semua musibah ini hingga di akhirat, dan hanya siksa nerakalah yang menanti kita. Mungkinkah anda mengharapkan kemungkinan ini yang menimpa negri dan masyarakat anda?
Inilah sebagian dari hikmak yang dapat kita petik dari sikap Nabi SAW yang senantiasa memuji Allah, walaupun ditimpa kesusahan.
Sahabat 'Aisyah radhiallahu 'anha mengisahkan: Dahulu Rasulullah SAW bila mendapatkan hal yang beliau sukai, beliau mengucapkan: 
(الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ )
"Segala puji hanya milik Allah Yang atas karunia-Nya segala kebaikan dapat terwujud." Dan bila mendapatkan hal yang tidak beliau sukai, beliau berkata:
(الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ)
"Segala puji hanya milik Allah atas segala keadaan yang menimpa." Riwayat Ibnu Majah, Al Hakim dan dinyatakan sebagai hadits shahih oleh Al Albani.
Semoga bencana yang bertubi-tubi dan musibah yang silih berganti ini telah mengobarkan semangat dalam jiwa saudara sekalian untuk berjuang merintis perubahan. Hanya dengan perjuangan saudara-saudara sekalianlah negri kita akan kembali makmur dan diselimuti oleh kemakmuran, kerahmatan dan kedamaian.
]ذَلِكَ بِأَنَّ اللّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمْ وَأَنَّ اللّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ[ الأنفال 53
"Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah suatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Pendengar lagi Maha Mengetahui.'  Al Anfaal 53
Dan Rasulullah  bersabda:
(إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوُا الْمُنْكَرَ لاَ يُغَيِّرُونَهُ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللَّهُ بِعِقَابِهِ) رواه أحمد وابن ماجة وصححه الألباني
"Sesungguhnya masyarakat bila mengetahui suatu kemungkaran lalu mereka tidak merubahnya, maka tidak lama lagi Allah akan menimpakan hukuman kepada mereka semua." Riwayat Ahmad, Ibnu Majah dan dinyatakan sebagai hadits shahih oleh Al Albani.
Saudaraku! Kunci perubahan negri anda ada ditangan anda, bagaimana dan kapankah anda menggunakan kunci itu, sehingga negri anda menjadi negri yang penuh dengan kerahmatan dan kedamaiaan?
Kapan lagi bila bukan sejak sekarang? Tegakkanlah nahi mungkar dan sebarkanlah yang ma'ruf, niscaya bencana dan musibah yang selama ini setiap menemani negri kita akan menyingkir.
Selamat berjuang.

Sabtu, 17 Juli 2010

Keutamaan bulan sya'ban

Oleh: Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed

Disunnahkan Memperbanyak Puasa
Masalah keutamaan bulan Sya’ban telah diriwayatkan dalam beberapa hadits, di antaranya dalam Shahih Muslim dari ‘Aisyah رضي الله عنها. Beliau berkata:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُوْمُ حَتَّى نَقُوْلَ لاَ يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُوْلَ لاَ يَصُوْمُ وَمَا رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطْ إِلاَّ رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامً فِي شَعْبَانَ. (رواه مسلم)


Rasulullah صلى الله عليه وسلم berpuasa hingga kami mengatakan beliau صلى الله عليه وسلم tidak pernah berbuka, dan beliau berbuka hingga kami mengatakan bahwa beliau صلى الله عليه وسلم tidak pernah puasa. Namun Rasulullah صلى الله عليه وسلم tidak pernah berpuasa sebulan penuh, kecuali pada bulan Ramadhan. Dan aku tidak pernah melihat satu bulan yang paling banyak beliau berpuasa kecuali pada bulan Sya’ban.” (HR. Muslim)


Dalam riwayat lain disebutkan bahwa ‘Aisyah رضي الله عنها ditanya tentang puasa Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Beliau رضي الله عنها menjawab:

كَانَ يَصُوْمُ حَتَّى نَقُوْلَ قَدْ صَامَ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُوْلَ قَدْ أَفْطَرَ وَلَمْ أَرَهُ صَائِمًا مِنْ شَهْرٍ قَطْ مِنْ صِيَامِهِ مِنْ شَعْبَانَ كَانَ يَصُوْمُ شَعْبَانَ إِلاَّ قَلِيْلاً. (رواه مسلم)


Beliau صلى الله عليه وسلم berpuasa hingga kami mengatakan beliau selalu berpuas. Dan beliau tidak berpuasa sampai-sampai kami mengatakan beliau tidak pernah berpuasa. Aku tidak pernah melihat beliau berpuasa yang paling banyak seperti di bulan Sya’ban. Beliau صلى الله عليه وسلم berpuasa hampir seluruhnya. Beliau berpuasa di bulan Sya’ban seluruhnya kecuali sedikit.” (HR. Muslim)

Bid’ah-bid’ah pada Bulan Sya’ban

1. Bid’ah Shalat Bara’ah/Alfiyyah


Imam Al-Fatani رحمه الله berkata dalam kitabnya Tadzkiratul Maudhu’at: “Di antara hal-hal yang diadakan manusia pada malam nishfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban) adalah shalat alfiyah (shalat seribu raka’at). Seratus raka’at dikerjakan sendiri dan sepuluh raka’at-sepuluh raka’at berikutnya dilakukan secara berjama’ah. Mereka membesar-besarkan malam nishfu Sya’ban melebihi hari Jum’at dan hari raya. Padahal tidak diriwayatkan satu dalil pun dari hadits atau ucapan para shahabat, kecuali dha’if atau maudhu’. Maka janganlah terpedaya dengan disebutkannya perayaan nishfu Sya’ban dalam kitab Quutul Quulub, Al-Ihya’ dan lain-lain.” (As-Sunan wal Mubtada’at, hal. 144)
Al-Iraqi رحمه الله berkata: “Hadits tentang shalat di malam nishfu Sya’ban adalah hadits-hadits batil. Bahkan Ibnul Jauzi رحمه الله memasukkannya ke dalam hadits-hadits maudhu’ (palsu).”

2. Dzikir dan Shalat Khusus pada Malam Nishfu Sya’ban

Adapun dzikir dan shalat khusus pada malam nishfu Sya’ban tidak disunnahkan dan tidak diriwayatkan dalam satu hadits pun yang shahih.
Adapun riwayat yang berbunyi:

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَصُوْمُوْا نَهَارَهَا. (رواه ابن ماجه)

“Jika datang malam pertengahan di bulan Sya’ban, maka shalatlah pada malamnya dan berpuasalah dia siang harinya.” (HR. Ibnu Majah dari ‘Ali رضي الله عنه)

Hadits ini disebutkan dalam catatan kakinya: “Sanadnya dha’if, karena kelemahan rawi yang bernama Ibnu Abi Bisrah. Imam Ahmad dan Ibnu Ma’in mengatakan bahwa dia memalsukan hadits.” (As-Sunan wal Mubtada’at, hal. 145) Syaikh Al-Albani رحمه الله menyebutkan hadits di atas palsu (maudhu’) dalam Dha’if Ibnu Majah, 1/294. (pent.)

Berkata Muhammad ‘Abdus Salam Asy-Syuqairi: Adapun shalat enam raka’at pada malam nishfu Sya’ban dengan niat tolak bala, memanjangkan umur, mencukupkan diri dari manusia; demikian pula membaca surat Yasin dan do’a di antara shalat tersebut tidak ragu lagi yang demikian adalah perkara baru (muhdats) dalam agama dan menyelisihi sunnah sayyidul mursalin. (As-Sunan wal Mubtada’at, hal. 145)

Berkata pensyarah kitab Al-Ihya’: “Shalat yang demikian (yakni 6 raka’at pada malam nishfu Sya’ban) sangat terkenal dalam kitab-kitab belakangan dari kitab-kitab sufi. Padahal aku tidak pernah melihat adanya sandaran yang shahih dari sunnah dalam masalah tersebut, demikian pula dalam masalah dzikir-dzikirnya.”
Berkata An-Najm Al-Ghaiti tentang menghidupkan malam nishfu Sya’ban dengan berjama’ah: “Yang demikian diingkari oleh kebanyakan para ulama dari penduduk Hijaz seperti Atha’ ibnu Abi Rabah, Ibnu Abi Malikah dan lain-lain. Demikian pula fuqaha Madinah dan para pengikut Imam Malik. Mereka semua berkata: “Perkara tersebut semuanya bid’ah, tidak disebutkan dalam masalah menghidupkan malam nishfu Sya’ban sedikit pun dari hadits Nabi صلى الله عليه وسلم dan tidak pula dari para shahabatnya.”

Imam Nawawi رحمه الله berkata: “Shalat Rajab dan Sya’ban kedua-duanya adalah bid’ah yang mungkar dan jelek.” (As-Sunan wal Mubtada’at, hal. 145)

3. Do’a Yaa Dzal Manni

Demikian pula bid’ahnya doa khusus pada malam nishfu Sya’ban yang berbunyi:

اللّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلاَ يَمن عَلَيْهِ يَا ذَا لْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

Ya Allah, wahai pemilik segala pemberian dan tidak pernah membutuhkan pemberian. Wahai Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi….

Telah diisyaratkan dalam ucapan pensyarah kitab Al-Ihya’ bahwa do’a tersebut tidak ada asalnya dan tidak ada sandarannya.

Demikian pula dikatakan oleh penulis kitab Asnal-Mathalib, bahwa doa itu disusun oleh beberapa orang shalih dari dirinya sendiri. Dikatakan dia adalah Al-Buni.

Tentunya walaupun kita boleh berdoa dengan apa pun yang kita minta kepada Allah, namun tidak boleh mengkhususkan satu doa untuk tanggal tertentu, bulan tertentu tanpa dalil dari hadits-hadits yang shahih.
Maka wahai hamba Allah, jika satu ibadah tidak diperintahkan dalam Al-Qur’an, tidak pula dicontohkan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam sunnah, bahkan tidak pula oleh para khalifah-khalifahnya dan seluruh para shahabatnya, maka janganlah kita beribadah dengannya.


Dalam Musnad Imam Syafi’i رحمه الله diriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengucapkan talbiyah dengan kalimat:

لَبَّيْكَ إِلَهَ الْحَقّ لَبَّيْكَ


Dalam riwayat lain:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ

Kemudian diriwayatkan bahwa Sa’ad bin Abi Waqash mendengar beberapa orang dari kaum kerabatnya membaca talbiyah:

يَا ذَا الْمَعَارِجِ

Maka Sa’ad bin Abi Waqash berkata:

إِنَّهُ لَذُوْ الْمَعَارِجِ، وَمَا هَكَذَا كُنَّا نَلْبِي عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Memang benar bahwa Allah memiliki Ma’arij, tetapi tidak demikian kita diajarkan talbiyah pada zaman Rasulullah صلى الله عليه وسلم.”

Atsar ini menunjukkan betapa besar kehati-hatian para shahabat dalam beribadah. Tidak berani merubah kalimat-kalimat apalagi menambahinya. Ketika mendengar sebagian kaum muslimin mengucapkannya dengan kalimat yang berbeda dengan apa yang diajarkan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم -walaupun secara makna benar- mereka menegurnya, seperti apa yang dilakukan oleh Sa’ad bin Abi Waqash di atas.

Nishfu Sya’ban bukan Lailatul Qadar

Berkata Muhammad ‘Abdus Salam Asy-Syuqairi: Adapun pendapat yang mengatakan bahwa malam nishfu Sya’ban adalah malam lailatul qadar, maka itu adalah pendapat yang batil dengan kesepakatan para ulama dari kalangan ahlul hadits dan para peneliti hadits.

Imam Ibnu Katsir رحمه الله juga menyatakan batilnya pendapat ini dalam tafsir beliau.
Imam Ibnul Arabi رحمه الله juga menyatakan -ketika mensyarah hadits Tirmidzi-: Telah disebutkan oleh sebagian penafsir bahwa ayat:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. (القدر: ١)

“Sesungguhnya Kami turunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar.” (Al-Qadr: 1)

Bahwa yang dimaksud adalah malam nishfu Sya’ban.

Ini adalah pendapat batil, karena Allah tidak menurunkan Al-Qur’an pada bulan Sya’ban. Hanya saja Allah سبحانه وتعالى katakan: “Kami turunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar.” Sedangkan malam lailatul qadar adalah pada bulan Ramadhan sebagaimana Allah katakan dalam ayat lain:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدى وَالْفُرْقَانِ… (البقرة: ١٨٥)

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan dan bathil)” (Al-Baqarah: 185) (As-Sunan wal Mubtada’at, hal. 146)

Berarti pendapat ini adalah pendapat yang menentang Al-Qur’an dan pendapat orang yang tidak mengerti apa yang dibicarakan di dalamnya.

Muhammad ‘Abdus Salam Asy-Syuqairi رحمه الله berkata:

Maka aku peringatkan kalian dari kebid’ahan ini, karena sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى juga menyatakan:

فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ. (الدخان: ٤)

“Padanya diputuskan segala perkara-perkara dengan bijak.” (Ad-Dukhan: 4)

Ayat ini menerangkan tentang malam lailatul qadar yang diberkahi yang padanya diputuskan perkara-perkara taqdir dengan adil. Dan ini bukan terjadi pada malam nishfu Sya’ban.
Wallahu ‘alam
 
Catatan:

Perkataan-perkataan para ulama di atas dinukil dari kitab As-Sunan wal Mubtada’at oleh Muhammad ‘Abdus Salam Asy-Syuqairi, hal. 144-146; kitab ini ditaqdim oleh Muhammad Khalil Harras)
(Sumber: Risalah Dakwah Manhaj Salaf Edisi 114/Th. III/16 Rajab 1427H/11 Agustus 2006M, hal. 1-4. Judul: Keutamaan Bulan Sya’ban. Diterbitkan oleh Yayasan Dhiya’us Sunnah, Jl. Dukuh Semar Gg. Putat RT 06 RW 03, Cirebon. Telp. (0231)222185. Penanggung Jawab & Pimpinan Redaksi: Ustadz Muhammad Umar As-Sewed; Sekretaris: Ahmad Fauzan/Abu Urwah, HP 081564634143; Sirkulasi/pemasaran: Abu ‘Abdirrahman Arief Subekti, HP 081564690956. Dinukil untuk http://akhwat.web.id)