Minggu, 02 Januari 2011

Suasana Malam Pergantian Tahun di Saudi Arabia

Assalamu'alaykum...

Masya Allah... Ga terasa sudah lewat tahun 2010 masehi dan berganti dengan 2011. tidak sedikit masyarakat yang hobby mengkait-kaitkan dengan segala bentuk keberuntungan karena menurut mereka tanggal 1 Jan 2011 (1-1-11) memiliki hoki. tapi menurut gue..gue cuma kenal 1 hoky dan sangat gue favoritkan yaitu martabak hoky yang sudah membahana di kawasan Cilegon. hehehehee. Koq jadi ngelantur ke makanan, mungkin karena gue dah kelamaan ga balik ke indo, so segala apa yang  gue lakukan selalu terbayang sama Indonesia.
Anyway harus balik ke benang merahnya... Di Saudi Arabia jangan pernah ada perayaan pesta glamour dalam bentuk Pagelaran Musik, Pesta Kembang Api apalagi kalo sampe ada Goyang Dangdut yang di selenggaran sama tokoh pemuka wilayah...sangat tidak mungkin! Bahkan untuk acara yang di anggap baikpun oleh sebagian masyarakat kita seperti melakukan Takbir akbar atau Bentuk pengajian massal dalam menyambut pergantian tahunpun tidak bakal anda temui di negeri para Rasul dan Nabi. Kenapa Hal itu tidak kita temui di Saudi Arabia? Hal itu di karenakan Saudi Arabia merupakan satu-satunya agama yang mayoritas penduduknya masih memegang teguh ajaran Islam. Saya tidak bilang bahwa tidak ada kedzaliman di negeri ini tetapi harus saya katakan bahwa dibandingkan negeri Islam lainnya maka Saudi Arabia merupakan negara yang tidak terkontaminasi dengan pola pemikiran sekuler.
Ada banyak contoh yang bisa saya beberkan. yang pertama adalah Saudi Arabia satu-satunya negara yang tidak memperbolehkan Bioskop hadir di tengah masyarakat, yang kedua adalah jangan berharap anda bisa melihat wanita berkeliaran dengan pakaian "terbuka" meski mereka non muslim, mereka masih harus menggunakan ABAYA (Baju Hitam panjang yang biasa di pakai wanita Arab) walau tidah menutup kepalanya dengan kerudung. Pokoke masih banyak yang indah yang mungkin di impikan sebagian masyarakat indo yang rindu syariat islam di tegkan.
Saya pada malam pergantian tahun bertanya pada anak muda Arab yang bekerja bareng dengan saya. mengapa kita tidak menemukan gerombolan anak muda atau manusia yang merayakan malam pergantian waktu? mau tahu jawaban mereka. yang pertama mereka menanyakan balik ke saya. Apa yang kamu rasakan apabila kamu merayakan malam pergantian tahun? Apakah kamu mengalami kenaikan semangat kerja? kenaikan dalam semangat beribadah atau kamu mengalami kenaikan "gaji"?  dan saya hanya tersenyum. dan dia bertanya kembali "kenapa harus di rayakan..apakah dapat pahala? pokoke banyak pertanyaan yg ga bisa di jawab sama saya. dan akhirnya dia menjelaskan bahwa kita sebagai muslim, kita memiliki 2 Hari raya besar yaitu Hari raya Ied fitrah dan Ied Adha. dan dua hari raya ini di rayakannya pun seperti apa yang di ajarkan oleh Rosul. pokoke malam itu dia membeberkan tentang islam dalam bahasa anak muda yang enak di dengar. Dan hal ini yang membuat saya kagum karena umurnya masih sangat muda tapi pemahaman tentang agamanya sangat dalam...
Dan satu hal yang menjadi perhatian saya ialah kutipan "sahabat" yang di ucapkannya adalah... "Seandainya Satu Perbuatan itu di anggap baik, maka sudah pasti hal itu sudah di lakukan oleh para Sahabat dan para salafus salih".

2 komentar:

  1. Makanya mang hati2 kalo nanya ke anak onta...eh maaf kamsudnya anak arab. Bisa kena bumerang ente....

    BalasHapus
  2. heheheee...mending nanya gan. masalahnya klo malu bertanya, sesat di arab :)

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar anda di sini