Minggu, 27 Februari 2011

Perjalanan hidup Onta...

 Ini adalah kisah perjalanan seekor onta. di pagi hari yg cerah ia harus mengabdikan dirinya dan rela untuk di jadikan santapan siang "mudirnya" (Boss_Red). dengan menggunakan kendaraan pick up roda empat, ia duduk santai di belakang hingga sampai ditempat perjalanan akhir di rumah jagal....wedeehhh mau ngarang jadi kacau scenarionya heehheheeee. dah lah ga usah panjang lebar, mending simak aja photo-photonya kiriman juragan onta...
Dengan senyum yang khas..si onta berpose di belakang pick up.

 Persiapan turun dari mobil...






















siap saji..

siap santap...
Wilujeng sumbing..heheheeeee


Selasa, 22 Februari 2011

Pendakian terakhir....


Nonton pilem pencarian terakhir...pikiran jadi ngelayap kemana-mana. rindu akan aroma embun diantara pohon-pohon yang berdiri tegak di tengah rimba belantara. teringat akan pendakian terakhir ke puncak tertinngi di pulau jawa. rindu akan teduhnya suasana danau ranukumbolo bak kolam permandian para bidadari yang turun dari kayangan. rindu akan indahnya hamparan padang rumput yang berkilau bak hamparan permadani.
Tapi di sela-sela kerinduan muncul juga sedikit bayang-bayang ketakutan karena bila teringat saat itu seakan tak percaya kalo team pada saat itu bisa sampai dipuncaknya para dewa. karena kita harus melalui gelapnya malam yang berselimutkan udara yang sangat mencubit kulit hingga terasa sampai ke tulang. belum lagi kondisi puncak yang labil dan licin karena permukaan puncaknya yang hanya terdiri dari kumpulan kerikil yg sewaktu waktu dapat membuat kita terperosok ke tempat yang idak di inginkan....
Jalur penanjakan dari Ranupani - Ranu Kumbolo - Oro oro ombo - Cemoro kandang - kalimati - orcopodo - dan yang terakhir di puncak semeru 3676 meter
Photo aslinya lagi pada nunggu mobil yang mau ngangkut ke ranupane, tapi di edit dikit pake "sotosop" biar keliatan keren heheheee


 Siap berangkat...tarik mang

  Packing
 Ranu kumbolo
Meskipun orangnya dah OK..tapi masih butuh sentuhan Sotosop biar keliatan gimana gituuuu hehehehee

Tapi satu hal yang saya rindukan adalah kekompakan team dari sahabat-sahabat terbaik yang sebagian besar sudah menggantungkan ransel dan segala atributnya entah dimana? I miss my country, i miss this moment and I miss U all...and sorry gue ga bisa upload semua photo karena document adanya di indonesia

Minggu, 20 Februari 2011

Ketika musim semi tiba....


Pagi ini matahari muncul begitu terik meski pada saat yang sama kutengok jam tanganku baru menunjukan pukul 5:47 pagi, Artinya waktu malam mulai beranjak semakin singkat dan itu sebuah pertanda bahwa musim dingin sudah mulai berganti sempat ku tengok termometer digital yg kokoh berdiri di pinggir jalan menunjuk ke angka 14.3 degC (lumayan adem bila di bandingka dengan musim dingin di waktu yg sama, hingga menyentuh 5 degC). saat ini adalah masa peralihan dari winter ke summer and biasanya lagi masa yang singkat ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat jubail untuk menikmati hangatnya musim "semi". kenapa saya katakan sebagai musim semi karena pada saat ini aneka bunga yang di tanam di sepanjang jalan di kota jubail pada musim dingin sudah mulai berbunga.
Berbagai acara yang dilakukan adalah berkumpul bersama keluarga di pantai pada sore hari sambil menunggu tenggelamnya matahari. pokoke cuaca kayak gini bikin rindu sama indonesia karena cuacanya mirip indonesia..hikshikshiks. udah agh jangan panjang lebar dinikmati aja photo-photonya:

Gathering adalah acara yg dilakukan pada saat ini dan pastinya aneka masakan nusantara tersedia. sayangnya hanya untuk keluarga dan para bujangan forbiden tuk area ini :(
Berpose dan udah ga pake jaket lagi...
Teteb pose...
Jalan santai ngelilingi kota jubail aghhhhh

Rabu, 16 Februari 2011

Wisata Kuliner in Jubail dan sekitarnya Part 1

Libur.... Kata yang satu ini adalah yang paling disukai oleh para pekerja atau para pelajar. Kata yang satu ini sangat sakral walau belum sesakral kata "gajian" hehehehe . yang jelas bagi saya saat libur adalah saat untuk hunting wisata kuliner. terutama kuliner nusantara. dan untuk kawasan Jubail anda harus menempuh jarak yg tidak dekat . anda harus menuju ke Dammam atau Khobar untuk hal yang satu ini.

Tapi untuk kali ini saya sangat ingin cerita tentang warung puncak, restoran mungil di kota khobar. Letaknya di belakang Showroom Sanyo di kota ini. Restorant ini memiliki dua sekat ruangan buat para family (Hal ini disebabkan di Saudi antara bujangan dan family harus dipisahkan.) dan selebihnya hanya 4 buah meja untuk para bujangan. 

Restorant puncak memiliki aneka menu selera nusantara. diantaranya: Sate, bakso rendang, perkedel, nasi goreng, capcay dll... males nyebutinnya semua karena bikin laper euy. tapi yang bikin bangga karena restoran ini juga bukan hanya dikunjungi oleh orang arab, malaysia....






Minggu, 13 Februari 2011

FATWA AHMADIYAH dan bagaimana menyikapinya

Fatwa Ahmadiyah itu sesat merupakan Fatwa Ulama dan Organisasi Dunia Islam, bukan milik MUI semata-mata. Pada tanggal 14 sampai 18 rabiul Awwal, 1394 Hijriyah Rabithah Alam Islami ( Persatuan Negara Islam non Pemerintah ) berkedudukan di Makkah al Mukarramah telah mengeluarkan surat keputusan dan rekomendasi untuk Organisasi Konperensi Islam ( Persatuan Pemerintahan Negara-negara Islam ) yang menyatakan sebagai berikut :

Rekomendasi Komisi Aliran – Pemikiran.

Qadiyani ( di Indonesia dikenal dengan nama Ahmadiyah )adalah satu sekte yang amat membahayakan, yang menjadikan Islam sebagai semboyan untuk menutupi maksud-maksud jahat mereka. Hal yang paling menonjol dalam perbedaan paham dengan Islam adalah :
a. Pemimpinnya mengaku sebagai nabi.
b. Teks Al Quran diubah-ubah.
c. Jihad itu tidak ada.

Qadiyani itu adalah anak emas imperalis, Penjajah Inggeris dan ia tidak akan muncul kecuali dengan proteksi imperalisme. Qadiyani mengkhianati masalah-masalah umat Islam dan ia membantu imperalisme dan zionisme, ia bekerja sama dengan kekuatan-kekuatan yang oposisi terhadap Islam, yang berjuang untuk menghancurkan akidah Islam dan memutarbalikkan ajaran islam dengan cara-cara sebagai berikut :
a. Mendirikan tempat-tempat ibadah dengan biaya dari kekuatan musuh, untuk mengadakan penyesatan dengan konsepsi Qadiyani yang menyeleweng.
b. Membuka sekolah-sekolah , lembaga-lembaga pendidikan dan panti asuhan anak yatim. Qadiyani menjadikan kegiatan destruktifnya dengan sarana-sarana pendidikan tersebut untuk kepentingan kekuatan yang memusuhi islam. Qadiyani menyiarkan terjemahan yang tidak benar dari Al Quran dalam berbagai bahasa di dunia.

Untuk mengatasi nahaya Qadiyani ( Ahmadiyah ) tersebut maka Muktamar memutuskan bahwa ;

1. Setiap lembaga Islam melakukan inventarisasi kegiatan Qadiyani di tempat-tempat ibadah mereka, di sekolah sekolah dan panti asuhan mereka, dan di semua tempat kegiatan mereka yang merusakkan (akidah Islam ). Disamping itu umat Islam wajib untuk memaparkan serta memperkenalkan kepada Dunia islam siapa-siapa yang termasuk orang-orang Ahmadiyah. Hal ini untuk menjaga agar umat tidak terperangkap dalam jeratan mereka.
2. Menyatakan bahwa golongan Ahmadiyah itu adalah kafir dan keluar dari islam.
3. Tidak bergaul dengan orang-orang Qadiyani atau Ahmadiyah, dan memutuskan hubungan ekonomi, sosial, dan budaya dengan mereka. Tidak menikahi mereka serta tidak menguburkan mereka di tanah pekuburan kaum muslimin, dan memperlakukan mereka sebagai orang kafir.
4. Meminta kepada pemerintah-pemerintah Islam untuk melarang setiap kegiatan pengikut-pengikut Mirza Ghulam Ahmad, dan menganggap mereka sebagai golongan minoritas non-muslim, dan melarang mereka untuk menduduki jabatan yang strategis dalam negara.
5. Menyebarluaskan foto-kopi penyelewengan Ahmadiyah dalam al Quran al karim, disertai inventarisasi terjemahan-terjemahan Al Quran yang dibuat oleh Ahmadiyah dan berhati-hati terhadap terjemahan itu dan melarang beredarnya terjemahan tersebut.
6. Semua golongan yang menyeleweng dari Islam diperlakukan seperti Ahmadiyah.

Pada tanggal 4 Maret 1984 Sidang paripurna Lengkap Rapat Kerja Nasional Majelis Ulama Indonesia memutuskan :

1. Bahwa Jemaat Ahmadiyah di wilayah negara Republik Indonesia yang berstatus sebagai badan hukum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman R.I No.JA/23/13 tanggal 13-3-1953 (tambahan Berita Negara tanggal 31-3-1953 No.26 ) bagi umat Islam menimbulkan :
a. Keresahan karena isi ajarannya bertentangan dengan ajaran agama Islam.
b. Perpecahan khususnya dalam hal ubudiyah (shalat), bidang Munakahat dan lain-lain.
c. Bahaya bagi ketertiban dan keamanan Negara.
Maka dengan alas an-alasan tersebut dimohon kepada pihak yang berwenang untuk meninjau kembali Surat Keputusan Menteri Kehakiman R.I. tersebut.

2. Menyerukan kepada ;

a. Agar Majelis Ulama Indonesia , majelis Ulama Daerah Tingkat I, Daerah Tingkat II, para Ulama dan Dai di seluruh Indonesia menjelaskan kepada masyarakat tentang sesatnya Jemaat Ahmadiyah Qadiyani yang berada di luar Islam.
b. Bagi mereka yang terlanjur mengikuti Jemaat Ahmadiyah Qadiyani supaya segera kembali kepada ajaran Islam yang benar.
c. Kepada seluruh umat Islam supaya mempertinggi kewaspadaannya, sehingga tidak terpengaruh dengan faham yang sesat itu.

Majelis Ulama Indonesia dan Organisasi keagamaan telah melakukan kajian tentang Ahmadiyah yang hasilnya antara lain dituangkan dalam bentuk rekomendasi dan Fatwa sebagai berikut ;

1. Majelis Ulama Indonesia DATI I Propinsi Istimewa Aceh mengeluarkan fatwa tahun 1984 bahwa Ahmadiyah Qadiyani adalah sesat dan menyesatkan ( surat MUI DATI DI Aceh No.24/I/FATWA/1984 ).
2. Ulama di Sumatera Timur mengeluarkan Keputusan Hasil Musyawarah tahun 1953 bahwa Ahmadiyah Qadiyani adalah kafir /murtad. ( Surat No. 125/Rhs/DI/19/65).
3. Majelis Ulama Indonesia dalam MUNAS II tahun 1980 menyatakan bahwa Ahmadiyah adalah jamaah di luar Islam, sesat dan menyesatkan ( Keputusan MUNAS II MUI se Indonesia No.05/Kep/Munas/II/MUI/1980).
4. Majelis Ulama Indonesia DATI I Sumatera Utara mendukung Keputusan MUNAS II MUI Pusat pada tahun 1980 ( Surat MUI DATI I Sumatera Utara No.356?MU-SU/VI/1984).
5. Muhammadiyah melalui keputusan Majelis Tarjih menetapkan bahwa tidak ada nabi sesudah nabi Muhammad saw. Jika orang itu menerima dan tidak mempercayai ayat dan hadist mengenai hal tersebut, maka dia telah mendustakannya dan barangsiapa yang mendustakannya maka kafirlah ia ( PP. Muhammadiyah, Himpunan Putusan Tarjih, t.th. : 280-281 ).
6. Majelis Ulama Indonesia DATI I RIAU tahun 1994 mengeluarkan fatwa bahwa ajaran Ahmadiyah Qadiyani benar-benar berada di luar Islam, dan dapat meresahkan masyarakat muslim ( Komisi Fatwa MUI DATI RIAU, 7 Oktober 1994 ).
7. Dewan Syuriah PP Nahdatul Ulama mengeluarkan keputusan pada tahun 1995 bahwa Aliran Ahmadiyah yang ada di Indonesia menyimpang dari ajaran Islam. Aliran Ahmadiyah yang memutarbalikkan al Quran itu agar dilarang .
8. Forum Ukhuwah Islamiyah Indonesia yang terdiri atas organisasi Islam, para ulama, dan zuama, antara lain Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Syarikat Islam (SI), Ittihadul Muballighin, Muhammadiyah, Persatuan Umat Islam ( PUI), Al Irsyad al Islamiyah, Persatuan Islam ( PERSIS) beserta sejumlah ulama menyatakan bahwa ajaran Ahmadiyah Qadiyan sudah keluar dari akidah Islamiyah dan gerakan sesat dan menyesatkan, penodaan kepada kitab suci Al Quran oleh Ahmadiyah memalui "kitab sucinya" TADZKIRAH wajib dihentikan ( Surat Pernyataan Permohonan Pelarangan secara nasional terhadap Ahmadiyah di Indonesia tanggal 17 September 1994 ).

Demikianlah beberapa keputusan, fatwa dan rekomendasi organisasi Islam terhadap keberadan Ahmadiyah,oleh sebab itu sebaiknya setiap umat Islam menyedari bahwa Ahmadiyah adalah ajaran sesat, dan tidak terpengaruh dengan ajakan dan propaganda mereka dengan dalih hak-asasi manusia. Selain itu kepada seluruh umat diharapkan dapat mencegah tindakan anarkis kepada mereka, tetapi mendahulukan cara dakwah dengan cara terbaik, sehingga mereka dapat sadar dan segera bertobat kepada Allah. Kekafiran dan kesesatan suatu kaum tidak berarti menghalakna kekerasan kepada mereka kecuali jika mereka telah menyerang dan memusuhi umat Islam. " Ajaklah mereka kepada jalan Tuhanmu dengan penuh hikmah dan nasehat yang baik dan berdialoglah dengan mereka dengan cara yang terbaik " ( QS. An Nahl : 132 ). Fa'tabiru Ya Ulil albab.

Kamis, 10 Februari 2011

Haramnya Valentine....

"Dan barangsiapa mencari agama [cara hidup] selain Islam, tidak akan diterima dari dia, dan di akhirat ia akan menjadi salah satu yang merugi" [Al-Aal 'Imran 3:85]
Rasulullah SAW mengatakan kepada kami bahwa kelompok-kelompok umat-Nya akan mengikuti musuh Allah dalam beberapa ritual dan adat istiadat.
Nabi
SAW berkata: "Kamu pasti akan mengikuti cara orang-orang yang datang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, hasta demi hasta, sampai bahkan jika mereka memasuki lubang kadal, anda akan mengikuti mereka. " Kami berkata, "Wahai Rasulullah (saw), (yang Anda maksud) orang-orang Yahudi dan Kristen?" Dia berkata, "Siapa lagi?!" (Hadis-al-Bukhari)
Nabi
SAW berkata: "Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka salah satu dari mereka." (Diriwayatkan oleh Ahmad) 




Pertama:
Valentine's Day (Hari Valentine) adalah festival Romawi, yang terus dirayakan sampai setelah Roma menjadi Kristen. Festival ini menjadi berhubungan dengan orang suci yang dikenal sebagai Valentine yang dihukum mati pada 14 Februari 270
orang-orang kafir masih merayakan festival ini.



 Kedua:
Hal ini tidak diperbolehkan bagi seorang muslim untuk merayakan salah satu festival dari orang-orang kafir, karena festival datang di bawah judul isu shari yang didasarkan pada teks suara.
Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyyah berkata: Festival adalah bagian dari syariah, cara yang jelas dan ritual yang Allah berfirman yang artinya:
"Untuk masing-masing di antara kamu, Kami telah ditentukan hukum dan cara yang jelas"
[Al-Maaidah 5:48]
"Agama upacara Untuk setiap bangsa Kami telah ditahbiskan mana mereka harus mengikuti"
[Al-Hajj 22:67]
- Seperti kiblat (arah yang dihadapi dalam doa), doa dan puasa. Tidak ada perbedaan antara mereka yang berpartisipasi dalam festival dan mereka berpartisipasi di semua ritual lainnya. Bergabung dalam penuh dengan festival ini bergabung dengan kufur, dan bergabung dengan beberapa masalah kecil adalah bergabung dengan beberapa cabang kafir. Memang, festival adalah salah satu fitur yang paling unik yang membedakan berbagai agama dan di antara simbol-simbol mereka yang paling menonjol, sehingga bergabung dengan mereka adalah bergabung dengan simbol yang paling khas dan menonjol dari kekufuran. Tidak diragukan lagi bergabung dengan ini dapat mengakibatkan untuk menyelesaikan kufur.
Sebagian bergabung dalam, setidaknya, adalah ketidaktaatan dan dosa. Hal ini ditunjukkan oleh Nabi SAW ketika ia berkata: ". Setiap orang memiliki hari raya dan ini adalah Hari Raya kita"
Hal ini lebih buruk daripada bergabung dengan mereka dalam memakai zinaar (sebuah pakaian yang dipakai hanya oleh dhimmah ahl al-) dan karakteristik lain dari mereka, bagi mereka karakteristik adalah buatan manusia dan bukan bagian dari agama mereka, bukan tujuan di belakang mereka adalah hanya untuk membedakan antara seorang Muslim dan kafir. Adapun festival dan ritualnya, ini adalah bagian dari agama yang dikutuk bersama dengan pengikutnya, sehingga bergabung dengan itu bergabung dengan sesuatu yang merupakan penyebab menimbulkan murka dan hukuman Allah.
Dia juga berkata (rahimahullah kepadanya): Tidaklah halal bagi Muslim untuk meniru mereka dalam segala sesuatu yang unik bagian dari festival mereka, apakah itu makanan, pakaian, mandi, menyalakan api, menahan diri dari kebiasaan rutin , melakukan tindakan ibadah atau apa pun. Hal ini tidak diperbolehkan untuk memberikan pesta atau memberikan hadiah, atau menjual apapun yang akan membantu mereka untuk melakukan itu untuk tujuan tersebut, atau untuk memungkinkan anak-anak dan orang lain untuk bermain game yang merupakan bagian dari festival, atau untuk memakai perhiasan seseorang.
Untuk Simpulkan:
Para Mulsims tidak harus melakukan salah satu ritual mereka pada saat festival mereka, melainkan hari festival mereka harus menjadi seperti hari yang lain untuk Muslim. Kaum muslimin tidak boleh melakukan sesuatu yang spesifik dalam imitasi dari mereka dari Majmu al-Fatawa (25/329).
Al-Hafizh al-Dzahabi
rahimahullah berkata: "Jika orang-orang Kristen memiliki festival, dan Yahudi memiliki festival, hanya untuk mereka, sehingga tidak ada Muslim harus bergabung dengan mereka dalam hal itu, hanya karena tidak ada muslim harus bergabung dengan mereka dalam agama mereka atau arah ibadah mereka.  dari Tashabbuh bi al-Khasees Ahl al-Khamees, diterbitkan dalam Majallat al-Hikmah (4 / 193)
Hadits yang Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyyah dimaksud adalah riwayat Al-Bukhari (952) dan Muslim (892) dari Aaishah ra. yang mengatakan: Abu Bakar datang dan ada dua gadis muda dari Ansaar dengan saya yang bernyanyi tentang apa yang terjadi pada Ansaar pada hari Buaath. Dia berkata: Dan mereka tidak perempuan bernyanyi. Abu Bakar berkata: "Alat musik dari syaythaan di rumah Rasul AllahSAW!?" Dan itu pada hari Idul Fitri. Rasul Allah SAW berkata: "Wahai Abu Bakar, setiap orang memiliki festival dan ini adalah Hari Raya kita."
Abu Dawud (1134) meriwayatkan bahwa Anas ra. berkata: Ketika Rasulullah SAW datang ke Madinah, mereka memiliki dua hari saat mereka akan bermain. Dia berkata: "Apa yang dua hari ini?" Mereka berkata: "Kami biasa bermain pada hari-hari selama jahiliyyah." Rasulullah Allah SAW mengatakan: "Allah telah memberikan Anda bukan mereka dua hari yang lebih baik dari mereka:. hari Adha dan hari al-Fitr "Hadits ini digolongkan sebagai shahih oleh al-Albani dalam Shahih Abi Dawud.
Hal ini menunjukkan bahwa festival adalah salah satu karakteristik dimana negara dibedakan, dan tidak diperbolehkan untuk merayakan festival yang bodoh dan orang-orang musyrik (musyrik).
Para ulama telah mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa itu haram untuk merayakan Hari Kasih Sayang.
1-Syaikh Ibnu Utsaimin
rahimahullah mengatakan:
Merayakan Hari Kasih Sayang tidak dibolehkan untuk sejumlah alasan.
1: Ini adalah festival inovasi yang tidak ada dasar dalam Islam.
2: ini mendorong cinta dan kegilaan.
3: ini menuntut hati untuk menjadi sibuk dengan hal-hal bodoh yang bertentangan dengan jalan orang salaf benar (semoga Allah senang dengan mereka).
Hal ini tidak diperbolehkan pada hari ini untuk melakukan salah satu hal yang merupakan ciri khas dari festival ini, apakah yang ada hubungannya dengan makanan, minuman, pakaian, bertukar hadiah atau apa pun.
Muslim harus bangga dengan agamanya dan tidak boleh karakter lemah yang mengikuti setiap Tom, Dick dan Harry.
2 - Komite Tetap mengatakan:
Bukti jelas dari Quraan dan Sunnah - dan konsensus para generasi awal ummat ini - menunjukkan bahwa hanya ada dua festival dalam Islam: Idul Fitri dan Idul Adha. Setiap festival lain yang ada hubungannya dengan seseorang, kelompok, peristiwa atau hal lain adalah inovasi festival, yang tidak dibolehkan bagi umat Islam untuk mengamati, menyetujui atau mengekspresikan sukacita pada waktu itu, atau untuk membantu orang lain untuk merayakan mereka dalam cara apapun, karena itu adalah melampaui batas suci Allah, dan siapa pun yang melanggar batas suci Allah telah dirugikan sendiri.
Jika festival dimakan juga merupakan festival orang-orang kafir, maka dosa bahkan lebih besar, karena ini adalah meniru mereka dan itu adalah semacam mengambil mereka sebagai teman dekat, dan Allah telah melarang orang percaya untuk meniru mereka dan membawa mereka sedekat teman-teman di Kitab Suci-Nya.
Dan terbukti bahwa Nabi SAW berkata: "Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka salah satu dari mereka."
Hari Valentine datang di bawah pos ini karena merupakan festival Kristen berhala, sehingga tidak diperbolehkan bagi seorang Muslim yang percaya pada Allah dan Hari Akhir untuk mengamati atau menyetujui atau memberi selamat orang di atasnya. Sebaliknya dia harus mengabaikannya dan menghindari hal itu, dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, dan untuk menjauhkan diri dari penyebab yang menimbulkan murka dan hukuman Allah.
Hal ini juga haram bagi Muslim untuk membantu orang untuk merayakan festival ini atau haram lain dengan menyediakan segala jenis makanan atau minuman, atau membeli atau menjual atau manufaktur atau memberikan atau iklan dll, karena semua itu adalah bekerja sama dalam dosa dan pelanggaran dan ketidaktaatan kepada Allah dan Rasul-Nya (kedamaian dan berkah Allah besertanya).
Allah berfirman (interpretasi makna):
"Membantu Anda satu sama lain dalam Al-Birr dan At-Taqwa (kebajikan dan takwa), tetapi tidak saling membantu dalam dosa dan pelanggaran. Dan takut Allah. Sesungguhnya, Allah adalah berat siksa-Nya "
[Al-Maaidah 5:02]
Muslim harus mematuhi Kitab Allah dan Sunnah dalam segala urusan, terutama pada saat-saat ketika kejahatan fitnah tersebar luas. Ia harus pintar dan menghindari jatuh ke dalam kesesatan orang-orang yang telah mendapatkan kemarahan Allah dan yang sesat, dan orang yang berbuat dosa yang tidak takut Allah dan yang tidak memiliki kebanggaan apapun dalam yang Muslim. Muslim harus berpaling kepada Allah dan mencari bimbingan-Nya dan tetap setia dalam mengikuti itu, karena tidak ada Panduan kecuali Allah dan tidak ada yang bisa membuat seseorang teguh selain Dia.
3 - Syaikh Ibnu Jibrin (semoga Allah melindungi dia) mengatakan:
Pertama: tidak diperbolehkan untuk merayakan festival inovasi ini, karena merupakan inovasi yang tidak ada dasar dalam Islam. Muncul di bawah judul dari hadits Aaishah (mungkin Allah senang dengan dia), sesuai dengan yang Nabi SAW berkata: "Barangsiapa memperkenalkan sesuatu ke ini masalah kita yang bukan bagian dari akan memiliki itu ditolak. "
Kedua: melibatkan meniru orang kafir dan menyalin mereka dengan memuja bahwa yang mereka memuliakan dan menghormati festival dan ritual, dan meniru mereka dalam sesuatu yang merupakan bagian dari agama mereka. Dalam hadits dikatakan: "Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka salah satu dari mereka."
Ketiga: itu menghasilkan kejahatan dan hal-hal haram seperti membuang-buang waktu, menyanyi, musik, pemborosan, pembukaan, menampilkan nakal, pencampuran laki-laki dengan perempuan, perempuan muncul di depan manusia selain mahrams mereka, dan hal-hal haram lainnya, atau hal-hal yang merupakan sarana yang mengarah ke amoralitas. Yang tidak dapat dimaafkan oleh klaim bahwa ini adalah semacam hiburan dan menyenangkan. Orang yang tulus terhadap dirinya sendiri harus menjauhkan diri dari dosa dan cara-cara yang mengarah ke sana.
Dan ia berkata:
Berdasarkan ini, tidak diperbolehkan untuk menjual hadiah dan bunga mawar, jika diketahui bahwa pembeli merayakan festival ini atau akan memberikan hal-hal sebagai hadiah pada hari-hari, sehingga penjual tidak akan menjadi mitra dari orang yang tidak inovasi tersebut

Rabu, 09 Februari 2011

kisah penjual tempe...



Seorang ibu penjual tempe merasa Tuhan tidak mendengar doanya, karena tempe buatannya masih belum jadi. Bukan sekali dua kali dia bikin tempe. Padahal dia harus menjual tempe untuk menafkahi hidupnya.

Di Pasar Lodaya Bandung, hiduplah seorang ibu penjual tempe. Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lakukan sebagai penyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang. "Jika tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya. .." demikian dia selalu memaknai hidupnya.

Suatu pagi, setelah salat subuh, dia pun berkemas. Mengambil keranjang bambu tempat tempe, dia berjalan ke dapur. Diambilnya tempe-tempe yang dia letakkan di atas meja panjang. Tapi, deg! dadanya gemuruh.

Tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa kacang kedelai, sebagian berderai, belum disatukan ikatan-ikatan putih kapas dari peragian. Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk jadi. Tubuhnya lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti dia tidak akan mendapatkan uang, untuk makan, dan modal membeli kacang kedelai, yang akan dia olah kembali menjadi tempe.

Di tengah putus asa, terbersit harapan di dadanya. Dia tahu, jika meminta kepada Allah, pasti tak akan ada yang mustahil. Maka, di tengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia baca doa. "Ya Allah, Engkau tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Allah, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe. Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku..." Dalam hati, dia yakin, Allah akan mengabulkan doanya.

Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe. Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung.

Dadanya gemuruh. Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe. Dan... dia kecewa. Tempe itu masih belum juga berubah. Kacang kedelainya belum semua menyatu oleh kapas-kapas ragi putih. Tapi, dengan memaksa senyum, dia berdiri. Dia yakin, Allah pasti sedang "memproses" doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi.

Dia yakin, Allah tidak akan menyengsarakan hambanya yang setia beribadah seperti dia. Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang, dia berdoa lagi. "Ya Allah, aku tahu tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu. Engkau Maha Tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe. Karena itu ya Allah, jadikanlah. Bantulah aku, kabulkan doaku..."

Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe. Pasti telah jadi sekarang, batinnya. Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan... belum jadi. Kacang kedelai itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang kedelai tersebut. "Keajaiban Tuhan akan datang... pasti," yakinnya.

Dia pun berjalan ke pasar. Di sepanjang perjalanan itu, dia yakin, "tangan" Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe-tempenya. Berkali-kali dia dia memanjatkan doa... berkali-kali dia yakinkan diri, Allah pasti mengabulkan doanya.

Sampai di pasar, di tempat dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang-keranjang itu. "Pasti sekarang telah jadi tempe!" batinnya. Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan-pelan. Dan... dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. Masih sama seperti ketika pertama kali dia buka di dapur tadi.

Kecewa, airmata menitiki keriput pipinya. Kenapa doaku tidak dikabulkan? Kenapa tempe ini tidak jadi? Kenapa Tuhan begitu tidak adil? Apakah Dia ingin aku menderita? Apa salahku? Demikian batinnya berkecamuk.

Dengan lemas, dia gelar tempe-tempe setengah jadi itu di atas plastik yang telah dia sediakan. Tangannya lemas, tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu. Dan dia tiba-tiba merasa lapar... merasa sendirian. Tuhan telah meninggalkan aku, batinnya.

Airmatanya kian menitik. Terbayang esok dia tak dapat berjualan... esok dia pun tak akan dapat makan. Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan "teman-temannya" sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas. Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku. Kesedihannya mulai memuncak. Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini. Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras. Dia merasa cobaan itu terasa berat...

Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya. Dia memalingkan wajah, seorang perempuan cantik, paro baya, tengah tersenyum, memandangnya. "Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi? Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya?"

Penjual tempe itu bengong. Terkesima. Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan tangan. "Ya Allah, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi. Jangan engkau kabulkan doaku yang tadi. Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe..." Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. "jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe..."

"Bagaimana Bu? Apa ibu menjual tempe setengah jadi?" tanya perempuan itu lagi.

Kepanikan melandanya lagi. "Duh Gusti... bagaimana ini? Tolonglah ya Allah, jangan jadikan tempe ya?" ucapnya berkali-kali. Dan dengan gemetar, dia buka pelan-pelan daun pembungkus tempe itu. Dan apa yang dia lihat, pembaca?? Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama. Belum jadi! "Alhamdulillah!" pekiknya, tanpa sadar. Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli.

Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu cantik itu. "Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang belum jadi?"

"Oohh, bukan begitu, Bu. Anak saya, Yuyun , yang tinggal di Australia ingin sekali makan tempe, asli buatan sini. Nah, agar bisa sampai disana belum busuk, saya pun mencari tempe yang belum jadi. Jadi, saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Oh ya, jadi semuanya berapa, Bu?"

Rekan-rekan, dalam kehidupan sehari-hari, kita acap berdoa, dan"memaksakan" Allah memberikan apa yang menurut kita paling cocok untuk kita. Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita merasa diabaikan, merasa kecewa,padahal Allah Swt paling tahu apa yang paling cocok dan terbaikuntuk kita, bahwa semua rencanaNya adalah yang paling sempurna.

dari posting temen

Selasa, 08 Februari 2011

Tips buat para ibu...PENTING


Mungkin info ini sudah usang...tapi bagi saya ini baik untuk saling mengingatkan. terkait masalah "Safety at home". Terkadang kita begitu concern dengan masalah keselamatan di tempat kerja dan lupa bahwa ada bahaya yang selalu mengancam di sekitar rumah kita dan sayangnya sangat sedikit kaum ibu yang mengerti hal tersebut. Salah satunya adalah contoh di bawah ini.

produk ini hanya ilustrasi dan bukan dijadikan himbauan untuk tidak menggunakan produk tersebut.
 Produk diatas berbahan dasar Caustic (NaOH)

 
 Sedang produk yang satu ini berbahan dasar Clorine (Cl2)
Bila kedua bahan ini disatukan maka akan membentuk suatu bahan kimia berbahaya yang dapat mengakibatkan kematian. pokoke kalau di buat rumus kimia adalah sebagai berikut :

NaOH + Cl2 = NaCl + Chlorine Gas + H2O

Chlorine Gas ini yang apabila di hirup dalam volume yang cukup banayak dapat mengakibatkan kematian. And untuk menghindari hal tersebut terjadi, ada beberapa hal yang harus dilakukan :
1. Pastikan dalam melakukan proses pembersihan yang menggunakan cairan kimia, anda tau bahaya dari bahan kimia tersebut.
2. Pastikan dalam melakukan proses pembersihan yang menggunakan cairan kimia, anda selalu menggunkan alat pelindung yang tepat (sarung tangan karet dsb)
3. Pastikan dalam melakukan proses pembersihan yang menggunakan cairan kimia, ventilasi rumah anda dalam kondisi baik (Jendela dalam kondisi terbuka)
4. yang paling penting yaitu berdoa sebelum melakukan segala aktivitas. memohon keselamatan pada Allah SWT.

Senin, 07 Februari 2011

Rekreasi para TKI Al Jubail

Temporary bachelor....ini istilah bagi para TKI Jubail yang berstatus married tapi karena berbagai alasan belum mau membawa keluarganya ke Jubail, alhasil sementara waktu status mereka adalah Bujangan untuk sementara waktu dan ga usah diragukan lagi kemampuan mereka untuk tetap survive dengan beratnya hidup jauh dari tanah air. salah satunya adalah kemampuan masak aneka kuliner nusantara dan untuk mengusir kejenuhan akan nuansa indonesia, biasanya kami melakukan Rekreasi. dan Rekreasi buat family dan Rekreasi buat bachelor tidak bisa disatukan karena peraturan. ini nih photo-photo bachelor yg ngumpul bareng saat itu..

 Nelpon kampung halaman...ngelepas rindu
 Ngelamun sejenak achhhh
 Menu kikil nan mantabs ala bachelor
prepare everything
 potongan pertama by senior...hehehehee
 hajar bleghhhh
 belom juga maem dah di photo mas..piye toh??
 Trio macan.....
 Parnografi....
 Kabayan sabah Jubail....hehehehehee  piss ach
Icon kota jubail....

Minggu, 06 Februari 2011

Jubail Bukan kota hujan...part 2

Kalau sebelumnya saya memuat photo-photo tentang kondisi kota jubail pasca hujan. kemarin salah satu rekan kerja mengirimkan photo pasca hujan yang melanda salah satu perusahaan besar di daerah KSA. nah ini dia photo-photonya, selamat di renungkan :
sing sabar bae kang yaaaa