Sabtu, 07 September 2013

Kisah TKW dari kaca mata TKI......

Mengupas lika liku TKW adalah sesuatu yang selalu menggelitik hati kecilku. Karena sampai saat ini isi kepala masih belum bisa nerima, “kenapa mereka harus bekerja ke luar negeri?” begitu banyak pertanyaan yang sampai saat ini masih menggelayut dan belum bisa terjawab…..

1. Bila melihat para ibu-ibu tau renta bekerja sebagai pembantu di negeri orang? Dimana para anak dan suaminya?

2. Bila melihat para wanita muda yang bekerja di luar negeri? Apa tanggung jawab suami yg membiarkan istri bekerja dan ia duduk manis dirumah dengan menikmati remittance sang istri?

3. Masih banyak pertanyaan yang kalo disebutin satu-persatu pasti butuh lembaran lebih tebal yang harus di gunakan di blog gue

Gue melihat ini sebagai sesuatu yang miris karena ini selalu terlihat di depan mata ane gan. Ibarat slide video yang tiap hari berputar alias tayang di depan mata. ente ga percaya? atau menganggap ini hanya cerita fiksi gue aje untuk ngejelek-jelekin orang lain..

Yuk kita putar ulang lengkap semuanya dari awal :

1. Saat di bandara

Jujur aja…. Kalau kita berangkat ke luar negeri atau hanya sekedar maen ke bandara SOETA,Pasti mata kita akan tertuju “Gerombolan wanita ( TKW/ PRT )” yang diperlakukan tidak layak dan tidak manusiawi sejak sebelum keberangkatan mereka ke Saudi (pemandangan di bandara Soekarno-Hatta) bagaimana para petugas, gue ga tau pasti ini para petugas dari PJTKI-nya atau petugas bandara memperlakukan TKW/ PRT yang akan diberangkatakan ke Saudi Arabia khususnya..?? Mereka digiring-giring seperti ternak, seringkali mereka dibentak-bentak bahkan dicaci maki. Para TKW itu setelah digiring-giring seperti bebek, mereka biasanya duduk bergerombol dilantai.

2. Setelah melewati gerbang imigrasi

Di bandara Soeta pada saat keberangkatan awal biasanya ga terlalu banyak maslah karena sebagian banyak segala dokumen-dokumen keberangkatan para TKW semuanya sudah diurus oleh petugas dari PJTKI masing2. Tapi masalah sebenarnya berawal setelah melewati gerbang imigrasi. Karena setelah masuk ruang tunggu pesawat dan terbang ke Saudi, barulah TKW itu bertanggung jawab atas dirinya masing-masing. Ketika mereka sudah ada dalam pesawat maka mulailah para pramugari yang di uji kesabarannya oleh para TKW. Para pramugari yang cantik tidak henti-hentinya memberikan pengarahan kepada para TKW yang menggunakan lavatory. Coba lihat lantai lavatory yg menjadi penuh air, Toilet yang tidak disiram setelah digunakan, tidak tahu caranya membuang tissue. Semuanya berceceran di lantai. Bahkan cara mengunci wc pun mereka tidak tahu. Pertanyaan gue… Apakah para PJTKI tidak mengajarkan para asetnya?

3. Di bandara kedatangan di Negara tujuan.

Ini berdasarkan pengalaman pribadi…. Setiap kali para turis yang ingin mengunjungi satu Negara. Maka mereka diwajibkan kartu kedatangan yang pastinya ditulis dengan menggunakan bahasa inggris dan bahasa Negara tujuan (dalam kasus ini menggunakan bahasa arab) Saat inilah ketahuan kalo kalau banyak para TKW yang ga bisa bahasa inggris atau bahasa arab? bahkan banyak dari para TKW itu yg tidak bisa berbahasa Indonesia? mereka hanya bisa bahasa ibu dari daerahnya sendiri. Nah loh… terus bagaimana mau ngobrol sama majikan? Jangankan bisa bahasa Arab untuk bisa berkomunikasi dengan majikan, bahasa Indonesiapun mereka banyak yang tidak tahu…? apalagi bahasa Inggris…? Menyedihkan bukan..? Terus di Indonesia mereka di ajarin apa aja sama PJTKI nya? Terus apa yang mereka lakukan selama mereka ada di penampungan..???? Ternyata adanya balai latihan kerja itu sepertinya hanya formalitas saja, kadang2 tidak ikut latihan kerja juga mereka sudah bisa punya sertifikatnya. Halahhhh….tahu sendiri lah, di negara tercinta kita itu apapaun bisa dibeli asal ada uang. Level korupsinya sudah kacau bangetzzzsss..

4. Selama di Imigrasi dan setelah keluar dari bandara

Setelah mereka sampai di bandara Negara tujuan, jadilah gerombolan para TKW itu seperti anak ayam yang kehilangan induknya (di negeri sendiri kayak gerombolan bebek yang di giring sana-sini dan di negeri orang kayak ayam kehilangan induk). Bagaimana mereka tidak dibentak-bentak oleh petugas bandara, kalau mereka disuruh berbaris disebelah kanan, para TKW masih tetap bergerombol disebelah kiri. Disuruh mengantri satu-satu, malah mereka saling berebut. Disuruh memperlihatkan paspor dan kartu kedatangan, mereka malah melongo.?!

Sekedar tambahan info aja buat pembaca yang berada di Indonesia khususnya, bahwa tidak semua TKW yang datang dan bekerja di Saudi Arabia itu semuanya mempunya majikan WN Saudi. Di Arab Saudi ada banyak pendatang yang mukim. Soalnya masyarakat kita yang ada di Indonesia kan tahunya, kalau TKW bekerja di Saudi Arabia, sudah pasti saja majikannya warga negara Saudi. Padahal ga gitu juga kaleee! Ada yang majikannya WN Mesir, Sudan, Siria, Lebanon, Palestina, Jordan, USA, Pakistan, India, turki dan masih buaannyyyyaaaak lagee dan ga mungkin satu persatu gue sebutin karena bisa berbusa nih mulut hueheheeheeee

5. Selama bekerja dengan Majikan….

Menemukan para TKW sangat mudah…apalagi bagi yang membawa keluarga. Karena saat berjalan-jalan dengan anak istri dan anak-anak kita di Mall, Pasar Ikan, Rumah sakit atau pantai maka saat itu kita bisa menjumpai para TKW dengan segala kondisi. Mulai dari orang tua yang kelimpungan menjaga anak majikan yang bandelnya minta ampun alias amnesti hueheheheheee. Dikesempatan lain kita bisa melihat para TKW yang matanya udah mulai redup saat menemani majikannya belanja sampai jam 2 malem.

Belum lagi kisah para pembantu yang tidak tahu caranya menggunakan Vacuum cleaner, kompor electric, mesin cuci atau alat-alat rumah tangga lainnya yang menggunakan mesin yang modern…. Sampe-sampe ada kelakar yang sering disebutin “ Di Indonesia ada listrik gak…?? ada telpon gak..?? ada Mac Donald gak…??”. Dan biasanya saya jawab saja dengan santai ” Tidak ada….!!! kami orang Indonesia masih hidup di atas gunung nungguin ujan turun…!!” hahahahahahahaaaa

Bay the way…..

Dari tadi ngomongin kisah sedih TKI… dan rasanya ga fair kalo ga diceritain juga kisah lainnya. Seperti yang baru-baru ini saya temui. Salah seorang kolega minta tolong tentang kondisinya yang masih liburan di Indonesia dan tidak bisa kembali ke Saudi Arabia karena alesan birokrasi.. (Usut punya usut ternyata yang bikin TKW ga bisa balik ke Saudi Arabia adalah KTKLN…..untuk yang ini nanti aja gue ceritaiinnya yaaa) Dan kembali ke topic yaa. Ana tanyain ke si Arab..”kenapa ente ngebet banget pengen dia balik lagi ke Saudi? Kan ente bisa cari yang lebih murah dari Vietnam, India atau lainnya? Dia ngejawabnya… dia orangnya jujur, rajin sholat.

Cerita semua diatas itu murni berdasarkan pengalaman saya pribadi dan apa-apa yang gue lihat setelah 5 tahun di Saudi Arabia. Dan tidak bermaksud menyimpulkan bahwa TKW/ PRT dari Indonesia itu semuanya jahat.Karena orang jahat itu ada dimana-mana bro. Tidak di Saudi Arabia, tidak di Indonesia, tidak di Amerika, tidak di Eropa, tidak di Afrika. Disemua tempat dibelahan dunia ini, orang-jahat jahat itu ada.Begitu juga dengan orang-orang yang baik pun ada. Tidak semua majikan-majikan orang-orang Saudi (khususnya) itu jahat. Yang baiknya juga banyak sekali Buktinya banyak juga yang betah bertahun-tahun kerja di Saudi Arabia ). Baik dan buruknya pengalaman seseorang, tidak menjadi tolak ukur baik dan buruknya satu bangsa/ ras tertentu. Marilah kita sama-sama dewasa dalam menyikapi permasalahan masalah TKW ini ( khususnya TKW di Saudi Arabia), yang seringnya di jadikan komoditas yang nikmat dijual di media wabil khusus orang-orang yang tidak suka dengan Islam/ tidak suka bangsa Arab.

Kalau mau jujur nih yaaa…Negara memiliki andil besar dalam semua permasalahan TKW yang bermasalah ini. Negara Indonesia yang konon katanya dulu, gemah ripah loh jinawi, ternyata sampai saat belum bisa mensejahterakan rakyatnya. Presiden demi presiden berganti, menteri tenaga kerja dan menteri tenaga kerja pun sudah sering berganti dan Undang-undag pun sudah berapa puluh kali di revisi dan hasilnya masih sama ajaaaa. UUD45 pasal 34 ayat 1, ” fakir miskin dan anak anak terlantar dipelihara oleh negara “ Sepertinya hanya sebauh kata kata keramat yang tertera disetiap lembar jawaban pelajaran PPKN.

 hemmmmmmmmmm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda di sini