Minggu, 22 Desember 2013

MAAFKAN SAYA KARENA TIDAK MENGUCAPKAN SELAMAT HARI IBU

Setiap tanggal 22 Desember, wall jejaring sosial ana mulai penuh dengan aneka statement...Mulai dari statement "I Love U Mom" atau " I Miss U Mom" dan gue yakin yang nulis status ini, ibu mereka sangat ngerti arti kata ini. Ada juga yang nulis dan ini menambah keyakinan saya kalo ibu-ibu zaman sekarang udah pada fasih bahasa inggris. dan saya juga yakin kalo mereka yang menulis ekspresinya terhadap ibunya di jejaring sosial...pastinya ibundanya pada punya akun jejaring sosial juga! karena akan sangat aneh nulis pesan kepada seseorang melalui suatu media tapi orang yang dikirimin pesan tidak memiliki media tersebut.

Saya sih... seneng-seneng aja dengan alasan Alhamdulillah masih pada "care" sama jasa seorang ibu. Tapi sedih juga sih kalo ngedenger sentilan... masa mengekspresikannya cuma sekali setahun. padahal kasih sayang mereka sepanjang masa. tapi masalah itu nanti aja ngebahasnya. sebelum ngebahas masalah yang itu mungkin alangkah baiknya pada mengetahui kenapa tanggal 22 Desember dijadikan Hari Ibu?

Begini kurang lebih asal usulnya:

Peringatan Hari Ibu diawali dari berkumpulnya para pejuang perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatra dan mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Salah satu hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Namun penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Bahkan, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember ini sebagai Hari Ibu melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959.

Tapi jujur sejujurnya... saya tau hari ibu jatuh pada tanggal 22 Desember itu dari jejaring sosial bahkan penjelasan di atas tentang asal-usul hari Ibu juga saya dapatkan dari Mbah google. 

Tapi sebagai seorang muslim... yang semasa kecil diajarkan oleh ibu/ayah tentang dasar-dasar keagamaan, walaupun tidak diajarkan secara langsung (karena ibu/ayah saya bukan ulama). saya harus tau kewajiban saya sebagai anak terhadap orang tua (ibu/bapak):

Mari kita simak Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا (23)

"Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya". (QS. Al Isra’: 23).

Adapun makna ( qadhoo ) =
1.      Berkata Ibnu Katsir : yakni, mewasiatkan.
2.      Berkata Al Qurthubiy : yakni, memerintahkan, menetapkan dan mewajibkan.
3.      Berkata Asy Syaukaniy: "Allah memerintahkan untuk berbuat baik pada kedua orang tua seiring dengan perintah untuk mentauhidkan dan beribadah kepada-Nya,
ini pemberitahuan tentang betapa besar haq mereka berdua, sedangkan membantu urusan-urusan (pekerjaan) mereka, maka ini adalah perkara yang tidak bersembunyi lagi (perintahnya).

 (Fathul Qodiir 3/218).

Juga hadits berikut ini: 

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu’. Orang tersebut bertanya kembali, ‘kemudian siapa lagi’, Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu’”

(HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548).

Dari kedua dalil diatas bagi saya udah jelas..tentang keutamaan berbuat baik kepada kedua orang tua. terlebih kepada ibu. Dan bagi saya untuk mengekspresikan perasaan saya terhadap ibu/ayah saya terlebih karena beliau sudah meninggal dunia. maka mendoakannya, memohonkan ampun atas segala dosa-dosanya, memohon dilapangkan kuburnya dan juga menjalankan perintah agama seperti yang mereka ajakan saat saya masih kecil (insha Allah pahala amalan tersebut juga akan tercurah kepada mereka)

Tapi dari semua alasan diatas yang saya ucapkan ada hikmah kenapa saya harus berbuat baik kepada orang tua:

Pertama : Termasuk Amalan Yang Paling Mulia

Dari Abdullah bin Mas’ud mudah-mudahan Allah meridhoinya dia berkata : Saya bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam: Apakah amalan yang paling dicintai oleh Allah?, Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam: "Sholat tepat pada waktunya", Saya bertanya : Kemudian apa lagi?, Bersabada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi  Wasallam "Berbuat baik kepada kedua orang tua". Saya bertanya lagi : Lalu apa lagi?, Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : "Berjihad di jalan Allah".

(Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya).

Kedua : Merupakan Salah Satu Sebab-Sebab Diampuninya Dosa

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman (artinya): "Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya….", hingga akhir ayat berikutnya : "Mereka itulah orang-orang yang kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga. Sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka." 

(QS. Al Ahqaf 15-16)

Diriwayatkan oleh ibnu Umar mudah-mudahan Allah meridhoi keduanya bahwasannya seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dan berkata :

Wahai Rasulullah sesungguhnya telah menimpa kepadaku dosa yang besar, apakah masih ada pintu taubat bagi saya?, Maka bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : "Apakah Ibumu masih hidup?", berkata dia : tidak. Bersabda beliau Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : "Kalau bibimu masih ada?", dia berkata : "Ya" . Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : "Berbuat baiklah padanya".

(Diriwayatkan oleh Tirmidzi didalam Jami’nya dan berkata Al ‘Arnauth : Perawi-perawinya tsiqoh.
Dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Al Hakim. Lihat Jaami’ul Ushul (1/ 406).

Ketiga : Termasuk Sebab Masuknya Seseorang Ke Surga

Dari Abu Hurairah, mudah-mudahan Allah meridhoinya, dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: "Celakalah dia, celakalah dia", Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam ditanya : Siapa wahai Rasulullah?, Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : "Orang yang menjumpai salah satu atau kedua orang tuanya dalam usia lanjut kemudian dia tidak masuk surga".

(Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya No. 1758, ringkasan).

Dari Mu’awiyah bin Jaahimah mudah-mudahan Allah meridhoi mereka berdua, Bahwasannya Jaahimah datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam kemudian berkata : "Wahai Rasulullah, saya ingin (berangkat) untuk berperang, dan saya datang (ke sini) untuk minta nasehat pada anda. Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : "Apakah kamu masih memiliki Ibu?". Berkata dia : "Ya". Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : "Tetaplah dengannya karena sesungguhnya surga itu dibawah telapak kakinya". 
(Hadits Hasan diriwayatkan oleh Nasa’i dalam Sunannya dan Ahmad dalam Musnadnya, Hadits ini Shohih. (Lihat Shahihul Jaami No. 1248)

Keempat : Merupakan Sebab keridhoan Allah

Sebagaiman hadits yang terdahulu "Keridhoan Allah ada pada keridhoan kedua orang tua dan kemurkaan-Nya ada pada kemurkaan kedua orang tua".

Kelima : Merupakan Sebab Bertambahnya Umur

Diantarnya hadit yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik mudah-mudahan Allah meridhoinya, dia berkata, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : "Barangsiapa yang suka Allah besarkan rizkinya dan Allah panjangkan umurnya, maka hendaklah dia menyambung silaturrahim".

Kenam : Merupakan Sebab Barokahnya Rizki


Dalilnya, sebagaimana hadits sebelumnya.

Jadi sama sekali bukan pekerjaan sia-sia untuk berbakti kepada kedua orang tua.... Saya sedih kalo melihat orang yang menitipkan orang tuanya di panti-panti jompo. atau mengajak orang tuanya untuk tinggal bersamanya tapi ibunya secara tidak sengaja "ditugaskan" untuk menjaga anak-anak mereka. atau anak yang tidak mau berbicara dengan ibunya hanya karena hal-hal sepele. sungguh saat menuliskan hal ini air mata saya ga ketahan dikarenakan saya takut kalau saja ternyata masih ada cita-cita orang tua saya yang belum bisa saya wujudkan. atau mungkin masih ada hal-hal yang membuat sedih (menyakitkan hati orang tua saya) dan belum sempat saya meminta maaf. Saat ini sekali lagi hanya bisa menyisipkan doa kepada Rob Yang Maha Pengasih di tiap untaian doa yang terucap agar Allah memaafkan segala kekurangan saya dan memaafkan kesalahan kedua orang tua saya. semoga Allah merahmati mereka berdua. 

Dan bagi siapa saja yang membaca posting ini dan masih memiliki orang tua maka cium mereka, sayangi mereka, cintai mereka sebagai mana merka sangat mencintai kita sejak dalam kandungan sampai akhir hayat mereka. Luangkan waktu kita untuk mereka sebagai mana mereka meluangkan waktunya untuk mengurus kita saat kecil. Jangan sia-siakan mereka... cintai mereka setiap hari bukan setiap tahun. doakan mereka setiap hari bukan setiap tahun.

emang benar kata pepatah:

" Seorang ibu sanggup menyayangi sepuluh orang anak... Tapi sepuluh orang anak belum tentu sanggup menyayangi seorang ibu"

 رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ
رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِـيْراً

Ya Alloh ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku
(QS.Nuh 28)


serta kasihilah mereka berdua seperti mereka mengasihiku sewaktu kecil
(QS. Al-Isro' 24)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda di sini