Jumat, 11 Agustus 2017

UNEG-UNEG seorang TKI

Sebenernya gue ngga ngerti harus nulis dari mana, karena saat ini kondisinya sangat ga mendukung banget untuk nulia uneg-uneg gue, Kenapa gue bilang begitu? untuk nulis uneg-uneg di blog ini aja ribetnya kayak ngurus persepakbolaan indonesia. lebih terkenal para pengurusnya ketimbang para pemainnya bahkan yang lebih miris lagi banyak yang kenal frustasi sepakbola indonesia ketimbang prestasi sepakbolanya. bahkan secara statistik pelanggaran yang di dapat oleh induk organisasi ini lebih banyak dari pada piagam yang diterima.

kembal ke benang merah .... beneran susah bnaget pengen nulis uneg-uneg di blog ini. padahal ini kan blog gue. soalnya baru aja mau nulis uneg-uneg udah banyak yang bilang "ga pancasila lah".... "mengumbar ucapan kebencianlah" bahkan di cap merusak kebhinekaan indonesia".

padahal kalo dipikir pikir kalo cuma nulis uneg-uneg diblog ini apa salahnya sih? apa iya akan dijerat sama undang undang ITE? ga segitunya juga kalesss... Tapi gue harap apabila uneg-uneg yang bakal gue tulis di blog ini ga akan menyakiti perasaan pembaca blog ini. terus terang gue lagi mentok nih pikiran dan nulis uneg-uneg di blog ini mudah-mudahan bisa ngurangin rasa galau. Kalo dulu katanya kalo baca uneg-uneg gue jangan BAPER=BAwa PERasaan. biar situ ga jadi KOPER = KOrban PERasaan atau mungkin malah jadi BAGASI=BAhagia kaGA, Sedih Iya.

Udah jangan terlalu banyak cincong...orang cuma mau nulis uneg-uneg aja koq ribet kayak mau klaim asuransi aja... mari simak baik baik uneg-uneg saya....

UNEG-UNEG....

Sekian tulisan saya yang selama ini saya pendah... akhirnya plong kayak abis ngebom setel tertahan diperut dan kontraksi hingga bukaan 9

TAMAT

Sabtu, 05 Agustus 2017

Belajar dari kisah seorang pria yang dibakar hidup-hidup

Membaca kisah seorang pria yang dibakar hidup-hidup hanya karena dituding mencuri amplifier mesjid. Tiba-tiba saja pikiran alam bawah sadar saya terhanyut ke tahun 2004 dimana isu kolor ijo begitu marak berseliweran dan membuat masyarakan resah dan mengambil caranya sendiri untuk menghakimi.

ini semua bukan sekedar isapan jempol semata tapi mata ini menjadi saksi bahwa nyawa orang begitu murah dan begitu mudah melayang. kepercayaan masyarakat terhadap pihak yang berwenang sepertinya sudah memudar atau kekesalan masyarakat yang sudah sangat memuncak.

Mulai dari melihat sekilas dari atas mobil akan korban yang masih bergerak ketika api membakar sekujur tubuhnya hingga melihat sendiri didepan rumah seorang pencuri sepeda butut nayris pingsan ketika tangan dan kaki diikat sedang api di tong sampah sudah mulai membara setelah disiram bensin dan pekik teriakan massa yang tak henti-henti berteriak BAKAR...BAKAR...BAKAR... BIAR KAPOK.

Bahkan hal itu pernah di alami sendiri ketika harus pulang kerja malam (sekitar jam 01:00 dini hari), pulang dengan kondisi ngantuk dan badan dilapisi jaket dan celana berwarna hitam-hitam, tiba-tiba segerombolan orang mengepung sampil berteriak... Ninja...Ninja. Alhamdulillah disela teriakan masih ada orang yang mengenali sambil berucap....tahan, ini mah jamaah sholat jum'at di mesjid belakang.

Semua itu masih tampak jelas dalam ingatan...
Keberingasan massa yang seakan tidak lagi memiliki rasa kasihan....
Kekesalan massa akibat isu yang tidak juga tuntas....
Rasa puas massa yang nyaris tidak meninggalkan sedikit rasa penyesalan...

Ada beberapa poin yang menurut kaca mata saya menjadi sumber kenapa massa sangat mudah terprovokasi dengan isu atau hanya dengan satu teriakan MALING. maka mampu merubah mereka yang santun menjadi beringas....


  1. Hilangnya rasa percaya massa terhadap pihak-pihak yang berwajib....
  2. Akumulasi terhadap kejahatan yang sering terjadi...(tingginya tingkat kriminalitas) 
  3. Besarnya pengaruh isu-isu yang berkembang (kalo pinjam bahasa kekinian.. berita yang terlalu sering digoreng di media mainstream mampu merubah prilaku seseorang)
  4. Rendahnya ilmu agama yang berkembang dimasyarakat...
Saya ga mau membahas semuanya hanya beberapa poin aja...diantaranya:

1. Pengaruh isu-isu yang berkembang...

Sebagai seorang muslim sudah sangat gamblang pedoman kita untuk menghadapi isu-isu yang berkembang ditengah kehidupan kita. Dan bagaimanakah seharusnya sikap seorang muslim terhadap berita-berita yang belum jelas kebenarannya itu.

Allah berfirman,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. 

[Al Hujurat : 6].

Jadi semestinya sebagai seorang muslim bila mendengar atau melihat berita yang "DIGORENG" sampe mateng dan renyah baik lewat media televisi atau seliweran melalui media sosial. Maka kita harus memeriksanya dengan sangat telitu atau kamu akan sengat menyesal. Bagaimana ga menyesal kalo kita sudah menghilangkan nyawa seorang muslim sedangkan nyawa seorang muslim itu menurut islam.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ.

Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang muslim.

As-Sunanul-Kubra lin-Nasâ`i.

2. Renadahnya ilmu agama yang berkembang dimasyarakat...

Seandainya mereka sudah tau begitu berharganya nyawa seorang muslim dan bagaimana sikap muslim dalam menghadapi isu yang berkembang, insayaAllah hal seperti itu (membakar muslim hidup-kidup) tidak akan terjadi. Terlebih lagi proses menghilangkan nyawa itu dilakukan secara membakar dengan api. padahal dalam islam bagaimana sih hukum membunuh nyawa dengan api itu?

Kita dilarang membunuh  dengan cara membakar. Ini berdasarkan riwayat dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

بَعَثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْثٍ فَقَالَ: «إِنْ وَجَدْتُمْ فُلاَنًا وَفُلاَنًا فَأَحْرِقُوهُمَا بِالنَّارِ»، ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ أَرَدْنَا الخُرُوجَ: «إِنِّي أَمَرْتُكُمْ أَنْ تُحْرِقُوا فُلاَنًا وَفُلاَنًا، وَإِنَّ النَّارَ لاَ يُعَذِّبُ بِهَا إِلَّا اللَّهُ، فَإِنْ وَجَدْتُمُوهُمَا فَاقْتُلُوهُمَا»

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus kami dalam satu pasukan perang. Beliau bersabda, “Jika kalian ketemu dengan si A dan si B, bakarlah mereka.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan ketika kami hendak berangkat, “Kemarin saya perintahkan kalian untuk membakar si A dan si B, akan tetapi api adalah benda yang tidak boleh digunakan untuk menyiksa (membunuh) kecuali Allah. Jika kalian ketemu mereka bunuhlah.” (HR. Bukhari no.3016)

Demikian pula hadis dari Hamzah bin Amr Al-Aslami, beliau bercerita:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّرَهُ عَلَى سَرِيَّةٍ قَالَ: فَخَرَجْتُ فِيهَا، وَقَالَ: «إِنْ وَجَدْتُمْ فُلَانًا فَأَحْرِقُوهُ بِالنَّارِ». فَوَلَّيْتُ فَنَادَانِي فَرَجَعْتُ إِلَيْهِ فَقَالَ: «إِنْ وَجَدْتُمْ فُلَانًا فَاقْتُلُوهُ وَلَا تُحْرِقُوهُ، فَإِنَّهُ لَا يُعَذِّبُ بِالنَّارِ إِلَّا رَبُّ النَّارِ ».

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengutusnya bersama pasukan perang, ketika hendak berangkat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan, “Jika kalian menjumpai si A, bakarlah dia dengan api.” Kemudian aku berangkat. Lalu beliau memanggilku dan aku kembali dan beliau berpesan, “Jika kalian menangkap si A, bunuhlah dan jangan kalian bakar. Karena tidak boleh menyiksa dengan api kecuali Tuhannya api (yaitu Allah).” (HR. Abu Daud 2673 dan dishahihkan Al-Albani)

Dalam riwayat yang lain, dari Ikrimah, beliau menceritakan:

أُتِيَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِزَنَادِقَةٍ فَأَحْرَقَهُمْ فَبَلَغَ ذَلِكَ ابْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ لَوْ كُنْتُ أَنَا لَمْ أُحْرِقْهُمْ لِنَهْيِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُعَذِّبُوا بِعَذَابِ اللَّهِ وَلَقَتَلْتُهُمْ لِقَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ، فَبَلَغَ ذَلِكَ عَلِيًّا، فَقَالَ: صَدَقَ ابْنُ عَبَّاسٍ

Di bawah ke hadapan Khalifah Ali radhiallahu ‘anhu beberapa orang zindiq (mereka mengkultuskan Ali dan menganggapnya sebagai tuhan), lalu Ali bin Abi Thalib membakar mereka. Berita ini pun sampai kepada Ibnu Abbas radhiallahu anhuma, lalu beliau berkata, “Kalau aku, aku tidak akan membakar mereka. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammelarangnya dalam sabda beliau, “Janganlah kalian menyiksa dengan siksaan Allah“, namun aku tetap akan membunuh mereka berdasarkan sabda Rasulullah shallawahu ‘alaihi wa sallam: “Barangsiapa mengganti agamanya maka bunuhlah”. Ucapan Ibnu abbas ini pun sampai kepada Ali, dan Ali berkomentar: “Benar apa yang dikatakan Ibnu Abbas.” (HR. Bukhari, Nasai, Turmudzi, Abu Daud)

Saya hanya bisa berharap agar kejadian ini merupakan yang terakhir dan tidak terulang kembali. mari kita doakan  semoga Allah subhanallahu wataala mengampuni dosa dan kesalahan kita semua.

Selasa, 01 Agustus 2017

don't judge the book from the cover

Kejadian ini sudah cukup lama kejadiannya.. tapi saya perhatikan setiap pulang ke indonesia selalu saja mendapati kejadian yang hampir serupa dan saya rasakan sedikit menggelitik hati kecil. Segala rasa bercampur menjadi satu dan membuat ga bisa berbuat apa apa....

Berawal dari saat saya harus berdiam diri di rumah sakit ketika ayah saya (Allahu yarham) terbaring dirumah sakit. Begitu mendengar kabar tentang sakitnya salah satu orang yang sangat saya cintai maka saat itu juga saya langsung mengemas barang-barang seadanya dari saudi untuk segera menuju ke indonesia. Dikarenakan pakaian saya kebanyakan adalah thob (baju ghamis khas arab) maka mau ga mau isi koper saya saat itu hanya ghamis dan sedikit coklat untuk oleh-oleh kerabat di indonesia.

Dan ketika saya menginjakan kaki di bumi pertiwi, saya langsung menggunakan taxi dari bandara menuju ke rumah sakit tempat ayah saya di rawat. setibanya dirumah sakit saya yang masih menggunakan baju thob hanya bisa pasrah melihat kondisi orang tua yang sudah terbujur lemah tak berdaya. dan saya putuskan untuk tidak pulang ke rumah hingga kondisi orang tua saya benar-benar pulih.

kejadian yang membuat saya tidak bisa melupakan bermula dari saat saya hendak sholat subuh di salah satu mushola di lingkungan rumah sakit. saya yang masih menggunakan baju thob langsung menuju mushola kala adzan subuh berkumandang.... usai menunaikan sholat sunnah maka iqamah langsung di kumandang dan ternyata tanpa diduga mayoritas jamaah menyuruh saya tuk menjadi imam.

Jamaah: silahkan pak ustadz...

Ana: silahkan imam musholanya saja... saya masih musafir

Jamaah: Imamnya ga ada pak ustadz, silahkan

Alhamdulillah sholat subuh akhirnya selesai di tegakkan dan seusai berdzikir ba'da sholat fardu dan saya hendak beranjak dari tempat sholat, saya agak terkejut dikarenakan jamaah sholat subuh sudah duduk berbaris seperti orang antri ingin bertanya kepada orang yang duduk dihadapannya.

Jamaah: Assalamu'alaikum pak ustadz

Ana: Wa 'alaikum salam... maaf tolong jangan panggil saya ustadz karena saya belum pantas menyandang gelar tersebut.

Jamaah: Ah bisa aja pak ustdz nih...Begini pak Ustadz. boleh saya bertanya tanya tentang masalah agama?

Ana: Sekali lagi saya mohon maaf... jangan panggil saya dengan ucapan ustadz karena saya merasa belum pantas dan kadar keilmuan saya masih sangat jauh untuk sekedar di panggil ustadz. panggil saja saya FABIAN.

Jamaah: Beginilah sifat ustadz yang tawadhu... semakin tinggi tingkat keilmuan beliau semakin merendah dan tidak mau sedikitpun memperlihatkan kesombongan atas apa yang sudah dimilikinya. (jamaah yang lainpun ikut manggut-manggut)

Ana: (dalam hati ana cuma mikir sambil nelen ludah..mesti ngomong apa. Jujur salah ga jujur tambah salah) begini aja ya bapak-bapak... mending kita ngobrol yang ringan ringan aja. ngomong-ngomong bapak-bapak ini asalnya dari mana yaa? (salah satu trik untuk mengalihkan perhatian)

Jamaah: saya dari sini ustadz... kalo ana dari kampung ini ustadz (timpal para jamaah) Jadi begini pak ustadz, ada hal yang saya ingin tanyakan mengenai.... bla..bla..bla.. yang intinya mengenai fiqih dan membutuhkan jawaban yang ga boleh ngawur.

Ana: sejujurnya sehubungan dengan pertanyaan antum, saya hanya bisa jawab "saya tidak tahu jawabannya. tapi kalo antum mau bersabar. InshaaAllah ba'da sholat dhuhur akan coba saya jawab setelah saya bertanya dengan guru saya. beliau orang yang tepat untuk menjawab pertanyaan beliau.

Jamaah: Masya Allah Ustadz, Ustadz ini sangat hati-hati. sebenarnya saya yakin ustadz bisa saja menjawab sekarang tapi karena tidak mau dibilang jago atau berilmu mangkanya. ustadz berpura-pura tidak mau menjawab sekarang. yaa udah pak ustadz inshaa Allah setelah sholat dhuhur saya tunggu jawabannya. kasihan jamaah yang lain masih banyak yang mau bertanya...

Ana: dalam hati hanya bisa berujar...Yaa Allah. Saya harus berbuat apa? ini jamaah mana banyak lagi yang masih setia antri. Mohon maaf bapak bapak... saya ini di saudi arabia adalah seorang TKI dan bukan ustadz.

Jamaah: Ga apa apa pak Ustadz... kami senag koq ustadz mau mendengarkan pertanyaan dari kami.

Ana: begini saja yaa pak... semua pertanyaan bapak-bapak saya catat di handphone inshaa Allah sama seperti bapak yang pertama, akan saya coba tanyakan sama ustadz saya. dan jawabannya akan saya berikan seuasai sholat dhuhur. Karena saya terus terang tidak tahu jawabannya saat ini.

Setelah semua jamaah betanya dan saya pun mencoba pamit untuk mengakhiri segala kesalahpahaman ini... Baik bapak bapak kalo sudah tidak ada lagi yang bisa kita obrolin maka saya pamit balik lagi ke ruang perawatan.

dari kisah ini ada beberapa hal penting yang bisa saya petik hikmahnya:


  1. melihat orang berjenggot dan berbaju ghamis tidak berarti secara otomatis beliau itu adalah seorang ulama atau seorang ustadz. 
  2. Memjawab pertanyaan yang berkaitan dengan ilmu agama dengan jawaban SAYA TIDAK TAHU adalah jawaban yang terbaik, karena apabila kita menjawab dengan jawaban yang salah maka besar konsekuensinya, bisa bisa kita menyesatkan orang yang bertanya.
  3. Buat temen-temen yang bekerja di saudi arabia... jangan malas menuntut ilmu. karena bisa jadi dan sangat tidak mustahil hal ini terjadi pada kita semua. maka persiapkan diri kita. minimal kalo ga bisa jadi ustadz, ya bisa jadi imam sholat di mushola, dan kalaupun belum sanggup jadi Imam maka bisa jadi muadzin. dan kalau belum bisa jadi muadzin minimal bisakan jadi makmum.

Jumat, 23 Juni 2017

Tips sederhana melamar kerja…

Melamar pekerjaan rasanya gimana gitu...kayak ada manis-manisnya. Rasa kepo bercampur harap-harap cemas yang mirip orang mancing tapi umpannya kadang langsung disamber atau hanya sekedar disenggol bahkan ga kesentuh sama sekali sama ikan. Tapi sebenarnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melamar pekerjaan dan sekali lagi sama seperti memancing lkan selalu ada trik dan intrik biar ikan mau nyamber umpan. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan kalau surat lamaran pekerjaan minimal mau di baca sama perusahaan yang mau menghired:

  • Subject email

Biasakan mengisi subject email anda dengan Nama dan Jabatan yang anda lamar. hal ini memudahkan perusahaan untuk menyeleksi calon pegawainya.

  • Attachment
Pastikan anda sudah melampirkan CV dan cover letter sebelum email dikirim, tidak perlu melampirkan semua sertifikat yang anda punya.

  • Cover Letter dan CV
Buatlah surat lamaran yang terkesan personal/khusus untuk perusahaan yang dilamar.Pastikan CV anda menampilkan photo yang sesuai dengan posisi yang anda lamar, mengedit photo sah sah saja, asal jangan berlebihan apalagi sampai anda tidak dikenali.Pastikan CV anda ringkas, akurat, dan menarik untuk dibaca dan mencantumkan “summary, personal information, education, working experience, training, skills, achievement dan reference”

  • Network
Buka jaringan seluas mungkin, membangun hubungan baik dengan siapapun bakal menciptakan image yang positif, karena bahwasanya siapapun bisa menjadi sumber referensi anda, dan referensi itu bisa menjadi positif dan bisa pula negatif bagi anda.

  • Berdoa dan berfikir positif
Jika anda tidak diterima, hal tersebut jangan diartikan negatif terhadap diri anda apalagi terhadap perusahaan yang tidak menerima anda. Jadikan hal tersebut sebagai pelajaran bagi anda untuk kesempatan baru yang akan datang. Kalo pake bahasa saya, "jadikan proses melamar sebagai tolak ukur kemampuan skill yang kita peroleh selama ini"



Selamat mencoba dan selamat berlibur


Taqabalallahu minna waminkum

Selasa, 20 Juni 2017

5 menu favourite untuk berbuka puasa di jubail yang wajib kamu coba

Kayaknya kurang afdhol kalo dah tahunan tinggal di jubail tapi belum pernah merasakan menu berbuka puasa yang paling popular saat ramadhan tiba. dan kayaknya saya ga perlu panjang lebar dan langsung aja di cekidot....kira-kira apa aja menu tersebut..


1. Sambosa

Gorengan dengan bentuk segitiga yang berisikan, keju atau daging ayam atau daging kambing merupakan menu utama yang hamper selalu hadir di setiap Ramadhan. Boleh di bilang kayak most popular dishes in Ramadhan.



2. Shorba

Shorba adalah sejenis sup yang kebanyakan disajikan saat berbuka puasa di negara-negara timur tengah. Rasanya benar-benar sedang unik. Karena mengandung gandum tapi tidak seperti bubur gandum lainnya atau berpikir seperti bubur bayi yang terbuat dari gandum. Shorba rasanya sama sekali berbeda, dengan kebaikan gandum dan gelatin dari tulang menambah rasa dan juga baik untuk kesehatan.



3. Harees

Harees terbuat dari daging (biasanya daging ayam atau kambing), gandumserta nasi, lentil dan ghee. Semua bahan dimasak bersama selama 5 sampai 6 jam hingga berubah menjadi bubur. Makanan Arab umumnya ringan bumbu, begitu juga harees / hareesa mereka. Cara makan haleem juga tergantung pada daerah. Beberapa orang memakannya langsung dengan sendok dan beberapa orang dengan roti (naan).



4. Makarona

Kalo menu yang satu ini biasanya popular di Italy tapi kalo di Saudi makarona merah menjadi menu santapan saat berbuka puasa. Rebusan macaroni yang di campur saus tomat serta bawang putih dan bawang Bombay juga bumbu penyedap rasa. Menjadikan ini menu tersimple yang wajid ada setiap berbuka puasa.



5. Vimto

Kalo yang ini merupakan brand sebuah minuman sejenis syrup yang sudah menjadi trade mark nebu saat berbuka puasa. Dengan warna kehitam-hitaman dan manis menjadikan minuman ini sebagai menu berbuka puasa.


Senin, 19 Juni 2017

Yuk ngintip suasana Ramadhan di kota Jubail

Ramadhan memang bulan yang sangat dinanti-nanti bagi seluruh umat Muslim di berbagai belahan dunia. Di bulan ini, pintu ampunan terbuka lebar, barokah bertebaran, semua Muslim berlomba-lomba untuk berbagi kebaikan. Nuansa Ramadhan di negara mayoritas muslim terbesar seperti di Indonesia, ga perlu ditanya semaraknya. Mulai dari ngabuburit, ngebangunin sahur pake kentongan sampe dan segala bentuk kegiatan unik di bulan penuh berkah. Ramadhan tidak hanya terkait dengan ibadah, tetapi juga budaya yang telah ada secara turun temurun.


Kalo nuansa Ramadhan di luar negara kita gimana ya? Sama kayak di Indonesia gak? Pasti banyak pertanyaan yang muncul di benak kita semua...Kondisinya tentu pasti berbeda, terutama di negara yang memang umat Islam minoritas, tidak seperti di Indonesia. Umat Islam yang menjalankan ibadah puasa di bulan penuh berkah ini tentu harus beradaptasi dengan lingkungan dan berbagai budaya di setiap negara. Mau tau serunya Ramadhan di berbagai negara di dunia? Tapi kali ini saya hanya mau ngajak blogger tuk ngintip nuansa ramadhan di kota jubail wilayah timur di wilayah kerajaan saudi arabia. Yuk intip dulu nuansanya lewat tulisan berikut, siapa tau nanti kamu bisa merasakan langsung Ramadhan di negara ini.


Berpuasa di negeri yang mayoritas wilayahnya adalah gurun pasir dan memiliki waktu berpuasa yang lumayan panjang (15.5 jam) dan harus menahan lapar dan haus dibawah terik matahari yang sengatannya kadang mencapai 50 derajat celcius bahkan kadang diberi bonus ruthoba (humidity yang tinggi dan bikin kolor basah oleh keringet walau hanya tempo 5 menit.) jadi jangan pernah ngebayangin kalo harus ngabuburit sambil jalan santai kalo udah nemuin phenomena yang seperti ini dan belum lagi kalo dah datang badai pasir. Di jamin pada mikir dua kali kalo mau keluar tuk sekedar jalan-jalan santai mencari jajanan.


Pasti pada mikir....ah ga seru puasa di jubail. ga ada ngabuburit, ga ada bukber dan ga ada kegiatan untuk ngisi bulan ramadhan kayak di indonesia.. Kalo ente mikir kayak begitu mungkin saya bisa bilang kalo ga semuanya bener karena ada beberapa kegiatan yang unik yang biasa dilakukan di jubail saat Ramadhan tiba, diantaranya:


  • Tenda Ramdhan: kalo yang satu ini adalah acara tahunan kota jubail yang dilakukan oleh Jubail Dakwah Center untuk mengkordinir masyarakat yang ingin bersedekah dibulan ramadhan dengan cara mendirikan tenda ramadhan di salah satu sudut kota dan menyiapkan menu berbuka puasa untuk para warga yang ingin berbuka puasa di tenda. Dan kegiatan ini bukan semata mata untuk kaum muslimin saja tapi siapa saja boleh datang dan berbagi kebahagiaan di dalamnya. Dan Komunitas masyarakat indonesia di jubail juga berpartisipasi dengan berbuka puasa bersama dengan menu buka puasa seadanya sambil mendengarkan tauziah singkat menjelang saat adzan maghrib berkumandang.

Siap-siap menuju tenda Ramadhan (foto courtesy: Boedy)

Menunggu waktu berbuka puasa

Komunitas indonesia jubail

Bersama rekan dari warga china di jubail

Keceriaan Ramadhan
  • Di Jubail ketika mendekati waktu maghrib (ngabuburit time) suasana jalan agak senggang dan baru menjadi sangat ramai setelah usai sholat tarawih. Artinya kehidupan mulai terlihat dari jam 10 malam sanpai dengan jam 2 dini hari. (kalo di indonesia Jam 5 sore rame tumpah ruah ngabuburit dan setelah jam 9 malem menjadi sunyi senyap). Jadi disini ga perlu khawatir untuk sahur atau berbelanja karena selesai ibadah sholat isya kita masih bisa beraktivitas seperti biasa. Bahkan Restoran indonesia RINDU ALAM JUBAIL ikutan buka hingga saat sahur tiba. Dan suasana sahur bareng terasa di tiap sudut kota jubail
Mas Ecko Cess dan rekan sedang santap di Rindu Alam Jubail

Sahur bareng bersama team Toyota indonesia Jubail

Udah dulu yaa Sob...ntar disambung lagi. Adzan Ashar dah berkumandang




Minggu, 18 Juni 2017

Bahagia itu sederhana, yang mahal itu gengsinya.

Hari Raya Idul Fitri merupakan hari kemenangan yang ditunggu-tunggu oleh setiap muslim di berbagai belahan dunia yang melaksanakan puasa.Dengan berbagai persiapan dalam menyambutnya. Tradisi dalam menyambut hari raya idul fitri misalnya mudik, membuat kue-kue khas lebaran, membeli baju baru, mempersiapkan recehan buat para bocah, dan lain-lain.

Ada satu fenomena yang jadi pusat perhatian dari kacamata gue, Banyak orang pengin terlihat sukses di mata teman maupun keluarganya di hari raya. Seakan-akan, hari lebaran bagi mereka adalah deadline untuk menunjukkan hasil kerja kerasnya selama bekerja diperantauan.

Hari lebaran di kampung gue biasanya dijadikan hari di mana para perantau menunjukkan "Hasil Jerih Payahnya". Mereka biasanya mudik dengan menggunakan motor baru, mobil baru, baju baru, atau beli perhiasan bahkan gadget keluaran terbaru ga mau letinggalan untuk dibawa silaturahmi keliling kampung. Mungkin besar harapan karena adanya keinginan untuk akan dianggap sukses oleh keluarga dan handai taulan. Padahal, kalo ditarik Benang merahnya, hari lebaran adalah hari kemenangan. Kemenangan melawan hawa nafsu sepanjang bulan ramadhan. Kadang miris kalo ngeliat fenomena seperti ini. bahkan ketika kumpul bareng dan tiba-tiba muncul mahluk dengan dandanan ala selebriti dengan selendang nyangkut di atas jambul khatulistiwa dan berbangga diri dengan pakaian yang katanya baju agamis modern kalung segede rante motor dan anting segede velg becak bahkan dengan cincin berjejer bak pagar dihampir seluruh jari jemari.

Haruskah seperti itu merayakan lebaran? Orang-orang yang nekat melakukan hal-hal di luar kapasitasnya, untuk menunjukkan pencapaian palsunya. ayo mari kita pelajari bersana gimana dahulu suri tauladan kita mengajari cara berlebaran yang benar


Nah… sebenarnya, bagaimana Rasul merayakan hari raya Idul Fitri? Simak penjelasan lengkapnya ya…

1. Bertakbir

Ketika waktu Maghrib tiba pada tanggal 1 Syawal, setelah shalat Maghrib berjama’ah, kemudian memperbanyak membaca takbir sampai menjelang dilaksanakan shalat ‘idul fithri. Allah swt berfirman:

وَلِتُكْمِلُواالْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوااللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ (البقره : ١٨٥
Artinya: “Dan hendaklah kamu sempurnakan bilangan puasa serta bertakbir (membesarkan) nama Allah atas petunjuk yang telah diberikan-Nya kepadamu, semoga dengan demikian kamu menjadi umat yang bersyukur.” (QS. Al Baqarah : 185)

2. Mandi, Memakai Wangi-wangian dan Mengenakan Pakaian Terbaik Sebelum Shalat Ied

Sebelum berangkat ke masjid atau lapangan untukmelaksanakan shalat hari raya disunahkan mandi, memakai wangi-wangian dan mengenakan pakaian yang terbaik. Dalam sebuah hadits dari Hasan As Shibti disebutkan:

اَمَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى الْعِيْدَيْنِ اَنْ نَلْبَسَ اَجْوَدَ مَا نَجِدُ وَاَنْ نَتَطَيَّبَ بِاَجْوَدِ مَانَجِدُ وَاَنْ نُضَحِّيَ بِاَثْمَنِ مَا نَجِدُ (رواه الحاكم

Artinya: “Rasulullah saw. memerintahkan kepada kami agar pada kedua hari raya memakai pakaian yang terbagus, memakai wangi-wangian yang terbaik dan berkurban dengan hewan yang paling berharga.” (HR.Al Hakim)

3. Makan Kurma Sebelum Berangkat Shalat Ied


Makan kurma dulu sebelum shalat ‘idul fithri. Dalam sebuah hadits dari sahabat Anas, ia berkata :

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَايَغْدُوْ يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْ كُلُ ثَمَرَاتٍ وَيَأُكلُهُنَّ وِتْرًا (رواه احمد والبخارى

Artinya: “Pada waktu ‘idul fithri Rasulullah saw. tidak berangkat ke tempat shalat sebelum memakan beberapa buah kurma dengan jumlah yang ganjil.” (HR. Ahmad dan Bukhari)

Dalam hadits lain disebutkan bahwa sahabat Buraidah berkata:

قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَايَغْدُوْ يَوْمَ الْفِطْرِ حَتّٰى يَأْ كُلَ وَلَا يَأْكُلُ يَوْمَ اْلاَضْحَى حَتّٰى يَرْجِعَ (رواه الترمذى وابن ماجه واحمد

Artinya: Buraidah berkata: “ Nabi saw. tidak berangkat pada waktu ‘idul fitri sebelum makan dulu dan tidak makan pada waktu ‘idul adha sebelum pulang.” (HR. Turmudzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

4. Mengambil Jalan Pergi dan Pulang yang Berbeda
Kemudian pergi menuju tempat shalat idul fithri dengan jalan yang berbeda dengan jalan pulang. Sahabat r.a meriwayatkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِذَا خَرَجَ اِلَى الْعِيْدِ يَرْجِعُ فِى غَيْرِ الطَّرِيْقِ الَّذِىْ خَرَجَ فِيْهِ (رواه احمد ومسلم والترمذى

Artinya: “Apabila Nabi saw. pergi shalat hari raya, maka ketika pulang Beliau menempuh jalan yang berlainan dengan di waktu berangkatnya.” (HR. Ahmad, Muslim dan Turmudzi)
5. Shalat Ied

Pada pagi hari, tanggal 1 Syawal (waktu dhuha) melaksanakan shalat ‘idul fithri berjama’ah, di Lapangan atau Masjid bersama umat muslim lainnya.

Disyari’atkan pada waktu hari raya itu keluarnya anak-anak serta kaum wanita, termasuk gadis atau janda, yang masih remaja atau yang sudah tua; bahkan juga wanita-wanita yang sedang haidh. Hal ini berdasarkan hadits Ummu ‘Athiyyah:

اُمِرْنَا اَنْ نُخْرِجَ الْعَوَاتِقَ وَالْحُيَّضَ فِى الْعِيْدَيْنِ يَشْهَدُوْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِيْنَ وَيَعْتَزِلُ الْحُيَّضَ الْمُصَلَّى (متفق عليه)

Artinya: “Kami diperintahkan untuk mengeluarkan semua gadis dan wanita yang haidh pada kedua hari raya, agar mereka dapat menyaksikan kebaikan hari itu dan do’a dari kaum muslimin (bisa berdo’a dengan mereka). Hanya saja wanita-wanita yang sedang haidh menjauhi tempat shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan sahabat Ibnu ‘Abbas mengatakan:

اَنَّ رَسُوْلَ اللهَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُخْرِجُ نِسَاءَهُ وَبَنَاتَهُ فِى الْعِيْدَيْنِ (رواه ابن ماجه والبيهقى)

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah saw. mengajak keluar seluruh istri dan anak-anak perempuannya pada waktu dua hari raya.” (HR. Ibnu Majah dan Baihaqi)
6. Mengucapkan Tahni’ah “Taqobbalallohu minna wa minkum”


Saling doa mendoakan dengan ucapan:

مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ

Artinya: semoga kalian temasuk orang yang kembali suci (seperti bayi yang baru lahir) dan termasuk orang yang beruntung.

Bisa juga dengan kalimat: Taqabbalallahu minna wa minkum ( تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ)
Artinya: Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian.

Ibnu Hajar mengatakan: “Kami meriwayatkan dalam Al-Muhamiliyyat dengan sanad yang hasan dari Jubair bin Nufair bahwa ia berkata: ‘Para shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila bertemu di hari Id, sebagian mereka mengatakan kepada sebagian yang lain:

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكَ

“Semoga Allah menerima (amal) dari kami dan dari kamu.” (Lihat pula masalah ini dalam Ahkamul ‘Idain karya Ali Hasan hal. 61, Majmu’ Fatawa, 24/253, Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/167-168)
7. Mengadakan Permainan yang Membahagiakan dan Sesuai Syariat


Boleh juga mengadakan permainan serta kegembiraan yang tidak melanggar aturan agama, begitu pun pelbagai macam nyanyian yang baik, semua itu menjadi syi’ar agama yang disyari’atkan Allah pada hari raya, untuk melatih tubuh jasmani dan untuk kepuasan hati. ‘Aisyah r.a istri Rasulullah pernah berkata :

اِنَّ الْحَبَشَةَ كَانُوْا يَلْعَبُوْنَ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى يَوْمِ عِيْدٍ فَاَطَّلَعْتُ مِنْ فَوْقِ عَا تِقِهِ حَتَّى شَبِعْتُ ثُمَّ اَنْصَرَفْتُ (رواه احمد والشيخان)

Artinya: “ Seseungguhnya orang-orang Habsyi suka mengadakan permainan di hadapan Rasulullah saw. pada hari raya dan sayapun menjengukkan (memunculkan) kepala di atas bahu beliau hingga saya menyaksikan permainan itu dari atas bahu beliau. Saya melihatnya sampai puas, kemudian saya berpaling.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim)

Wallahu’alam.

Semoga bermanfaat.


sebagian Sumber: ummi-online.com






Jumat, 17 Maret 2017

ARTI DARI KATA RAHIMAHULLAH, HAFIZHAHULLAH, GHAFARAHULLAH...

• Arti Rahimahullah

Teks arab: رَحِمَهُ اللهُ

Arti: Semoga Allah merahmatinya.

Penggunaan: Biasanya ditujukan untuk seorang Muslim yang telah wafat, dan semasa hidupnya yang bersangkutan dikenal memiliki jalan yang lurus.

Keterangan:

Ungkapan lain yang semakna:

Penggunaan istilah ini lebih tepat dibandingkan istilah “almarhum”. Almarhum (اَلْمَرْحُوْمُ) artinya “Yang dirahmati”; padahal belum tentu orang yang meninggal itu adalah orang yang lurus jalannya semasa hidup. Rahimahullah adalah bentuk doa, jadi bukan seperti “almarhum” yang merupakan julukan/gelar, bahwa yang bersangkutan memang benar-benar sudah dirahmati.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan makna almarhum: yang dirahmati Allah, sebutan kepada orang Islam yang telah meninggal. Jika ditujukan untuk menyebutkan mendiang orang Islam, insyaallah istilah “almarhum” bisa digunakan. Namun jangan sampai diyakini, bahwa setiap orang Muslim yang meninggal pasti mendapat rahmat berupa nikmat kubur.

• Arti Hafizhahullah

Teks arab: حَفِظَهُ اللهُ

Arti: Semoga Allah menjaganya.

Penggunaan: Biasanya ditujukan untuk seorang Muslim yang masih hidup, dan jalan hidupnya lurus.
Keterangan Contoh:

Ditujukan untuk ulama atau ustadz yang masih hidup.
Ditujukan untuk orang tua kita yang masih hidup (dan beliau Muslim).
Ditujukan untuk orang yang memiliki andil dalam dakwah Islam, misalnya: panitia kajian.
Ungkapan lain yang semakna: Allahu yahfazhuhu (اللهُ يَحْفَظُهُ)

• Arti Ghafarahullah

Teks arab: غَفَرَهُ اللهُ

Arti: Semoga Allah mengampuninya

Penggunaan: Biasanya ditujukan untuk seorang Muslim yang telah meninggal dan semasa hidupnya dia melakukan dosa yang diketahui banyak orang.

Contoh:
Perampok, pencuri, atau orang yang dianggap berilmu dalam bidang agama, namun pernah menyebarkan ilmu yang fatal kesalahannya (misalnya: ulama yang semasa hidupnya pernah memfatwakan bahwa suatu hal halal padahal sudah jelas-jelas haram).

Ini berlaku baik yang bersangkutan sudah bertaubat sebelum meninggal atau pun tidak.
Ungkapan lain yang semakna:
Ghafarallahu lahu (غَفَرَ اللهُ لَهُ)
Allahu yaghfiruhu (اللهُ يَغْفِرُهُ)

• Arti La’anahullah

Teks arab:  لَعَنَهُ اللهُ

Arti: Semoga Allah melaknatnya.

Penggunaan: Biasanya ditujukan untuk orang yang masih hidup, melakukan keburukan atau kezaliman yang besar terhadap orang lain, belum juga bertaubat, dan cenderung merasa perbuatannya itu tidak salah. 

Contoh: Penjajah

Ungkapan lain yang semakna: Allahu yal’anuhu (اللهُ يَلْعَنُهُ)

• Arti Waffaqahullah

Teks arab: وَفَّقَهُ اللهُ

Arti: Semoga Allah memberinya petunjuk.

Penggunaan: Ditujukan bagi seorang Muslim yang masih hidup dan diharapkan agar Allah memberinya petunjuk dalam menjalani aktivitas kehidupannya.

Contoh:
Ditujukan kepada anak, agar ia bisa mengerjakan soal ujian dengan lancar.
Ditujukan oleh seorang istri kepada suaminya, agar urusan pekerjaan suaminya lancar.

• Arti Hadahullah

Teks arab: هَدَاهُ اللهُ

Arti: Semoga Allah memberinya hidayah taufik.
Penggunaan: Ditujukan bagi orang yang masih hidup, baik dia Muslim atau bukan, namun berbuat kesalahan, dan diharapkan agar ia bertaubat serta kembali ke jalan yang lurus sebelum ia meninggal.
Contoh:
Tokoh-tokoh kesesatan yang masih hidup, seperti penganut paham liberal, sekuler, LGBT (Lesbian-Gay-Biseksual-Transgender). Pelaku maksiat, seperti pemusik, fotomodel, dan model catwalk (peragawati).

• Arti Barakallahu fikum

Teks arab: بَارَكَ اللهُ فيْكُمْ

Arti: Semoga Allah melimpahkan berkah kepada kalian.
Penggunaan: Diucapkan sebagai doa kepada sesama Muslim, agar yang bersangkutan dilimpahi berkah oleh Allah
.
Ungkapan lain yang semakna: Allahu yubariku fikum (الله يبارك فيكم)
• Arti Jazakallahu khayran

Teks arab: جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا

Arti: Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.

Penggunaan: Diucapkan kepada sesama Muslim yang berbuat baik kepada kita.
Keterangan: Doa ini insya Allah lebih utama dibandingkan sekadar ucapan “terima kasih”, karena dalam ucapan “terima kasih” tidak terkandung doa.

Ungkapan lain yang semakna: Allahu yujzika khayran (الله يجزيك خيرا).

***

Penulis: Athirah Mustadjab Ummu Asiyah

Kamis, 16 Maret 2017

tiga modal dasar yang harus dimiliki TKI yang bekerja diluar negeri

Udah sering banget ngedenger kisah-kisah pilu tentang tenaga kerja indonesia yang kerja dinegeri orang. Semua kisah itu menyentil saya untuk mencoba nulis berdasarkan apa yang saya lihat dan apa yang saya pelajari. Kasus keterlantaran yang menimpa TKI di luar negeri harus diatasi dengan melibat aktifkan individu (tenaga kerja indonesia), perusahaan swasta (dalam hal ini penyalur tenaga karja) dan pastinya harus beserta pemerintah. Penambahan sejumlah pendidikan harus diberikan sebelum TKI diberangkatkan ke nagara tujuan.

Menurut pengamatan saya pribadi selama ini, perlu dilakukan beberapa pendidikan tambahan yang harus diberikan kepada TKI baik sector formal dan terlebih lagi di sector informal. Mereka harus melek hukum dan tidak kudet (Kurang update) dengan segala tuntutan zaman yang berkembang di era pasar bebas.

Melek hukum pekerja dilakukan dengan pemberian pendidikan dasar hukum yang berlaku di negara penempatan. Selain itu, pekerja juga harus memahami perangkat hukum yang dimiliki negara asalnya yang akan melindunginya selama bekerja di luar negeri.

"Mereka juga harus mendapatkan kemudahan akses bantuan hukum selama mereka bekerja di negara tujuan. Kita harus berani menyejajarkan diri dengan negara-negara lain. Menurut pemantauan saya sebagai salah satu tenaga kerja Indonesia di KSA bahwa Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi masih disejajarkan dengan warga dari Bangladesh dan Eutopia, atau dibawah India dan Filipina, dan jauh dari strata pekerja Eropa dan Amerika bahkan Malaysia yang notabene masih tetangga dekat kita di Asia Tenggara.

Beberapa pendidikan yang wajib dimiliki oleh TKI Indonesia agar dapat disejajarkan oleh tenaga kerja lainnya adalah sebagai berikut:

1. Kemampuan skill individu:

Kemampuan skill individu tenaga kerja Indonesia baik di sector formal ataupun sector informal tak perlu diragukan lagi. Bahkan dari berbagai sumber yang saya dapatkan dan saya lihat dengan mata kepala sendiri, ga sedikit tenaga kerja Indonesia yang menjadi andalan di tempat dimana mereka bekerja dan mengungguli kemampuan mereka yang bekerja dibayar dengan standart gaji tenaga kerja Indonesia.

2. Kemampuan berkomunikasi

Kemampuan yang satu ini adalah salah satu factor yang banyak dikeluhkan oleh para pengusaha di Saudi Arabia. Kemampuan skill individu yang mumpuni bila ga ditopang dengan skill komunikasi (kemampuan berbahasa inggris) maka akan menjadi penghalang melajunya prestasi tenaga kerja Indonesia. Menurut saya pribadi 80% kemapuan berbicara dalam Bahasa inggris untuk TKI masih dibawah tenaga kerja dari Philippines, Malaysia, India. Dan ini masih merupakan pekerjaan rumah untuk semua tenaga kerja Indonesia agar bisa bersaing di kancah international. Jujur saja masih banayak kasus yang ditemui terutama saat interview dengan calo klien, beliau yang saya kenal ahli dalam bidangnya ternyata gagal keterima cuma karena hal sepele. ga bisa menjelaskan step-step kerjaan dalam bahasa inggris, padahal kalo suruh nerangin pake bahasa jawa lancarnya luar biasa. terpaksa nerangin step overhaul equipment pake bahasa inggris tarzan or pake english tukul arwana... Aaa...Iiii...Uuuu...Eee..Oooooo

3. Kemampuan untuk mengerti undang-undang ketenaga kerjaan.

Kemampuan yang satu ini masih sangat minim dimiliki oleh tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri. Hal ini bisa tercermin dari lemahnya tenaga kerja Indonesia bila bernegosiasi dengan pengusaha yang menggunakan jasa tenaga kerja Indonesia. Ambil contoh saja bila tenaga kerja Indonesia yang habis masa kontraknya dan harus kembali ke Indonesia dengan tidak mendapatkan uang air ticket dengan alasan uang air ticket akan dibayarkan bila TKI tersebut kembali lagi ke perusahaan tersebut (padahal TKI tersebut sudah menjelaskan untuk tidak memperpanjang kontrak). 

Sekedar berbagi info aja bahwasanya tata hubungan antar negara pada umumnya mengacu pada “Viena Convention on Diplomatic Relation 1961 and Viena convention on Consular relation 1963”. Namun demikin, perlu digaris bawahi dan dipahami dengan gamblang bahwa dalam hal hal terjadi perkara yang melibatkan warga negara asing, maka hukum yang berlaku untuk menentukan benar atau salahnya ialah hukum nasional yang menjadi dasar bagi masing-masing negara dalam menjatuhkan sanksi hukum. So mari kita belajar kembali, jangan pernah lelah tuk belajar. karena lulus dari jenjang pendidikan bukan berarti stop untuk melakukan proses pembelajaran.


Selasa, 14 Maret 2017

How overseas Filipinos are treated by people back home?.... temukan jawabannya disini

Beberapa kali bertemu dan bercerita sesama rekan yang kerja di saudi ternyata masih banyak kisah yang bisa digali dan dijadikan bahan renungan atau mungkin dijadikan salah satu bahan pembelajaran bagi saya pribadi untuk selalu mensyukuri dengan segala apa yang didapat hari ini, Sebenarnya ingin sekali saya mewawancari atau menulis kisah-kisah mereka agar bisa sekali lagi dijadikan bahan renungan atau mungkin syukur-syukur kalo bisa dijadikan masukan buat para pemegang kekuasaan agar bisa membantu segala problema buruh migran indonesia selama mereka bekerja di luar negeri.

Sebelum mencoba mewawancarai secara formal mending baca dulu tulisan blogger Philippine tentang OFW = Overseas Filipino Workers yang dirilis di halaman https://www.migrant-rights.org. Berikut cuplikan pembicaraannya semoga bisa menginspirasi.


I thought to ask Erick what he thinks about working in Saudi Arabia and what his take on increasing OFW population.

I: What is the situation of jobs for telecom engineers in Philippines?
Erick: Job market for telecommunication is very good in Philippines. Initially it was totally in control of government operator but after lot of foreign investments, private operator started doing business, which created many jobs.

I: Were you enjoying your job life in Philippines?
Erick: Yes, I was very much enjoying. Esp. when I was about to leave Philippines I was team leader and many engineers were working under me.

I: What made you leave Philippines; is life difficult there?

Erick: Life is not difficult there, it depends how you want to live, depends upon your life style. But nowadays taking care of family is getting difficult because of high prices and taxations.

I: So family finances was main reason to become OFW!
Erick: Yes and No. In these days of high prices it has become very hard to take care of family, daily expenses for good education for my kids. Though I was enjoying my work but not satisfied with salary. One is not able to buy land, property or do investments for future. This made me think of working overseas and I also want to have new experiences.

I: Why you selected Saudi Arabia?

Erick: It was by chance, it was the only option available at that time.

I: What benefits OFW enjoy in Philippines?
Erick: Every government try to give different facilities, benefits to overseas workers. For example, previous government used OFI (overseas Filipino investors) instead of OFW trying to give us opportunities to make large investments. OFW can get loan on easy terms and sometimes government also wave taxes depending upon the investment.

I: How overseas Filipinos are treated by people back home?
Erick: We are treated as “Heroes”. Whenever we arrive in Philippines we are given VIP welcome, whole family is there to receive. Even on airports we have separate immigrations lines and while leaving we don’t even have to pay terminal fees. People organise dinners and you have to give PASALUBONG.

I: PASALUBONG?
Erick: Presents, souvenirs people bring for their loved ones. We have to take care of pasalubong, especially for kids.

I: And what benefits you have in Saudi Arabia?

Erick: Government has representative offices of OWWA (Overseas Workers Welfare Administration) in every country, even in Saudi Arabia. They help Filipinos in different problems like handling legal matters, court cases or helping the Filipinos who face abusive treatment from their sponsors, unfortunately most of them are house maids. Secondly many Filipinos have made many communities like educational community, religious community even sports communities. We are lucky enough to have helpful and productive communities here.

I: Have you every faced any professional difficulties in Saudi Arabia?

Erick: No, never in profession. I have been lucky enough to work with good institutions.

I: How is daily life in Saudi Arabia?

Erick: Life is simple but very boring if you are single; as there not many activities to do here. Yes, we really admire family life here as you get a lot of time to bond with your wife and kids. Family life is relaxing here.

I: Do you think your life has changed in Philippines because of your overseas employment?
Erick: Yes definitely, no doubt about that. I have been able to buy property, I have been to give good education to my son and Alhumdulillah enjoying and getting everything we wish for.

I: In last, do you recommend others to come to Saudi Arabia?
Erick: Well, NO.

I: And why is that?
Erick: For financial stability and savings, Saudi is very good option; but culturally it is not. Filipinos face cultural difference here and also religious as Saudi Arabia is 100% Muslim country; we Christians have no religious independence here. And secondly I am not satisfied with the education level of school for my son. I want my son to have degree from highly respected schools. Beside school, kids don’t get much chance to enjoy outside life. So Saudi Arabia is good option but not best one.

Sudah pada baca kan? kira-kira kalo dibandingkan dengan tenaga kerja indonesia bila di berikan pertanyaan yang serupa, apakah 80% jawabannya akan sama?

siapa yang mau diwawancarai pertama kali, ini yang jadi pertanyaa? Pak RT Jubail kah? atau Dedengkot jubail atau yang familiar di panggil TOMAS = TOkoh MASyarakat jubail? biar pembaca yang akan menjawabnya. Dan nantikan wawancara exclusive di edisi berikutnya InshaaAllah


Minggu, 12 Maret 2017

10 kuliner asala indonesia yang sangat dirindukan kala bekerja di luar negeri

Ngomongin soal Indonesia pastinya ga terlepas dengan destinasi wisata yang luar biasa indah bahkan sudah menjadi bahan perbincangan di seantero dunia. Negeri bak syurga di khatulistiwa yang menawarkan sejuta kenangan indah yang sangat dirindukan oleh para penghuninya. Terlebih buat mereka yang besar dan lahir disana dan harus berkarir di negeri orang yang jaraknya terpisah oleh jarak dan waktu.

Tapi bukan hanya keindahan destinasi wisatanya saja yang membuat para warga Indonesia yang bermukim di luar negeri merasa kangen tapi nikmatnya kuliner nusantara yang bikin lidah bergoyang bila sudah berhadapan dengan aneka santapan nusantara. Tapi sayangnya tidak banyak turis yang pernah berkunjung ke Indonesia dan ingin kembali berlibur hanya untuk mencicipi kuliner yang pernah mereka santap selama berwisata di Indonesia.

Dan sebagai tenaga kerja Indonesia yang bermukim di negeri orang sudah selayaknya kita juga berperan aktif menjadi ambassador dari negeri tercinta. Citra bangsa Indonesia yang kesohor dengan “Bali” dan “Puncak” bagi para turis asing asal timur tengah, sudh saatnya di giring untuk tidak sekedar singgah kedua destinasi tersebut, melainkan juga harus bisa mampir atau bahkan bisa kecanduan dengan pesona Indonesia dan bahkan addict dengan cita rasa kuliner Indonesia.

Berikut beberapa menu kuliner nusantara yang bisa ditawarkan kepada calon tourist asal timur tengan yang punya hasrat untuk hadir dan singgah di negeri khayangan. Bumi nusantara tempat terbentangnya garis khatulistiwa. Negeri dengan stempel keramahan senyum para penghuninya:

1. Rendang

Makanan khas Indonesia yang biasa di sebut rendang ini mempunyai rasa yang sangat kuat. Dengan berbahan dasar daging dan beberapa bumbu rempah-rempah yang ada di dalamnya seperti misalkan saja kunyit, ketumbar dan beberapa bumbu lainnya membuat Rendang menjadi makanan khas Indonesia yang populer. Sudah dapat di pastikan apabila anda sudah mencoba makanan khas indonesia bernama rendang ini, tentu anda akan mencoba untuk gigitan kedua.

Biasanya saat orang Padang memasak Rendang akan mempunyai rasa yang khas yaitu rasa yang khas dan legit. Terlebih lagi daging lembut yang berenang dalam kuah rendang akan sangat cocok bila di padukan dengan nasi hangat. Masakan orang padang yang satu ini juga sangat terkenal di berbagai belahan indonesia, terlebih lagi beberapa tahun belakangan ini banyak rumah makan padang yang tersebar di seluruh indonesia dengan masakan rendangnya yang enak.



2. Rabeg

Makanan khas Indonesia yang biasa di sebut rabeg ini mempunyai rasa dan tekstur mirip denagn rending tapi yang nyaris membedakannya adalah rendang yang sangat popular di padang dan berbahan baku daging sapi yang sangat enak, Sedangkan Rabeg adalah kuliner yang sangat popular di banten dan memiliki bahan baku dari daging kambing muda berlamur dengan aneka rempah-rempah yang sangat mirip dengan rendang dan satu lagi yang membedakan adalah rendang menggunakan santan kelapa untuk menambah gurihnya kuliner tersebut dan rabeg tidak menggunakan santen.



3. Opor ayam

Makanan khas Indonesia yang ketiga ini adalah makanan yang sangat di gemari pasalnya menggunakan bahan dasar ayam yang di campur dengan kuah bersantan, telor dan juga kentang. Aroma yang di hasilkan saat makanan ini matang, sangat sedap sekali sehingga akan menggugah selera anda. Terlebih lagi biasanya ayam yang di masak dalam opor ini sangat empuk, sehingga memudahkan kita untuk memakannya.

Dengan bumbu berbahan dasar kunyit, ketumbar, santan dan bawang merah tentu akan memberikan sensasi tersendiri bagi orang yang mengkonsumsinya. Dan makanan khas indonesia yang satu ini pasti akan membuat kangen saat kita tidak berada di Indonesia. Makanya tidak ada salahnya jika pada saat kita akan pergi keluar negeri, santap makanan khas indonesia yang satu ini sampai perut anda puas




4. Rawon

Asal dari makanan khas Indonesia yang satu ini yaitu dari Jawa Timur. Bahan dasar dari jenis makanan khas Indonesia yang satu ini berbahan dasar Daging Sapi dan Kluwek. Apakah anda tahu Kluwek itu apa? Tentu kuah kental yang bisa kita dapatkan pada makanan khas indonesia ini sangat luar biasa, pasalnya bumbu rempah yang bercampur dengan kuah bisa membuat rasa yang pecah di dalam setiap kunyahan.

Kluwek merupakan sebuah bahan makanan yang bisa membuat warna dari kuah rawon menjadi hitam pekat. Dengan bumbu berbahan dasar daun bawang, keumbar, bawang merah dan bahan lainnya. Tentunya makanan khas Indonesia ini akan enak jika di konsumsi dengan nasi yang hangat. Saat ini banyak acara pernikahan yang menyajikan makanan khas indonesia bernama rawon ini sebagai sajian untuk para tamu undangan


5. Gudeg

Makanan khas indonesia yang selanjutnya adalah masakan khas Indonesia yang berasal dari Jogja. Makanan ini berbahan dasar nangka muda yang kemudian di masak dengan gula merah dan santan. Rasa dari makanan khas Indonesia ini adalah legit dan manis. Bagi para pencinta kuliner di seluruh nusantara tentu tahu dengan makanan khas indonesia super enak yang bernama gudeg ini.

Makanan khas Indonesia ini akan sangat enak jika di konsumsi dengan nasi yang hangat, kemudian di tambah dengan lauk pelengkap seperti misalkan saja ayam goreng, telur rebus, tempe goreng dan juga kerupuk kulit sapi. Saat ini banyak orang yang menjual gudeg secara online, tentu akan menjadi sebuah bisnis yang sangat cerah karena gudeg yang merupakan makanan khas indonesia ini sangat banyak peminatnya.


6. Nasi Uduk

Makanan Khas Indonesia berikutnya adalah Nasi Uduk.Nasi uduk sebenarnya merupakan resep masakan tradisional yang dimiliki oleh beberapa daerah di indonesia terutama masyarakat jawa dan sunda, namun hanya namamya yang sedikit berbeda. Beberapa resep nasi uduk ini, seperti : nasi uduk betawi, nasi kuning bandung, sego uduk ( jawa ), sego punar ( jawa ), dan nama nama lainnya.

Kuliner yang berbahan dasar nasi yang dicampur dengan santan kental serta repah-rempah membuat masakan ini menjadi gurih dan menebar aroma yang bisa menggugah selera makan terlebih bila dikombinasikan dengan makanan pendamping seperti Nasi uduk empal, Nasi uduk telor ballado dsb.


7. Mie Ayam Bakso

Makanan Khas Indonesia berikutnya adalah Bakso. Pastinya anda sudah tahu bukan penampakan dari makanan khas Indonesia yang di namakan bakso ini seperti apa? Bakso merupakan makanan yng terbuat dari daging di bentuk seperti bola-bola kemudian di makanan bersama kuah sedapnya. Saat ini bakso merupakan salah satu makanan khas indonesia yang sangat populer dan hampir di setiap wilayah di indonesia ada dengan ciri khas masing-masing.

Biasanya bakso sangat cocok di konsumsi bersama dengan kombinasi makanan lainnya seperti misalkan saja pangsit, bihun, gorengan dan berbagai sayuran yang tentunya akan menjadi makanan sehat yang siap untuk di konsumsi. Untuk bakso yang terkenal di Indonesia adalah Bakso malang yang hingga saat ini masih merajai untuk jenis makanan daging yang di bulatkan ini. Ada berbagai macam modifikasi yang di lakukan terhadap makanan khas indonesia yang satu ini

Kuliner yang satu ini bukan endemic kuliner nusantara akan tetapi kuliner yang satu ini merupakan menu yang murah meriah tapi dijamin dapat membuat para penikmatnya kecanduan terlebih bila sudah di kombinasikan dengan bakso dijamin bikin para penikmatnya bergoyang lidah sampe sekonyong-konyong.




8. Pempek

Makanan khas Indonesia berikutnya adalah makanan yang di namakan Pempek dan makanan ini merupakan makanan andalah dari Palembang. Mempunyai popularitas yang baik di Indonesia, tentunya tidak ada salahnya apabila anda mencicipi makanan ini. Rasanya kurang pas apabila anda seorang pencinta kuliner akan tetapi belum pernah merasakan lezatnya masakan yang berasal dari salah satu wilayah yang ada di Indonesia ini.

Berbahan dasar ikan dan di olah dengan tepung akan membuat Pempek mempunyai bentuk yang cukup menarik. Biasanya pempek ini di padukan dengan kuah encer perpaduan antara gula dan saus cuka, kemudian segera konsumsi pempek anda selagi masih hangat. Rasa yang sangat gurih yang di dapat dari ikan yang telah di olah tersebut membuat banyak orang rela untuk mengeluarkan uangnya demi dapat melahap makanan khas indonesia ini.



9. Siomay

Makanan khas Indonesia berikutnya Siomay. Siomay adalah jenis makanan yang memiliki ciri khas rasanya yang enak dan teksturnya yang kenyal. Makanan merupakan salah satu jenis makan yang berasal dari daerah sunda dan lebih tepatnya yaitu kota Bandung sehingga sering disebuat dengan nama siomay Bandung. Makanan khas kota Bandung ini biasanya terbuat dari bahan dasar daging ikan tenggiri atau jenis ikan yang lainnya. Akan tetapi, untuk jenis siomay yang akan kami buat ini merupakan siomay yang terbuat dari daging ayam sehingga dimanakan siomay ayam. Siomay ayam memiliki rasa yang tidak kalah enaknya dengan siomay ikan. Untuk proses pembuatan dan penyajiannya pun sama seerti siomay ikan yang disajikan dengan kuah sambal kacang yang gurih dan sedikit dikucuri dengan perasan air jeruk. Semua orang dapat menikmati makanan enak yang satu ini termasuk anda dan keluarga anda. Siomay ayam dapat dinikmati sebagai makanan santai namun dapat mengganjal perut yang sedang lapar.



10. Gorengan

Untuk makanan khas Indonesia yang berikutnya adalah gorengan, makanan yang satu ini merupakan makanan yang sangat cocok di jadikan sebagai makanan pendamping saat sedang melakukan obrolan santai. Biasanya gorengan hadir sebagai teman minum kopi atau teh dan saat ini banyak kios atau orang yang menjual gorengan untuk menuntaskan keinginan pencinta kuliner yang menginginkan gorengan yang merupakan makanan khas indonsia.

Ada banyak contoh makanan khas Indonesia yang satu ini, misalkan saja pisang goreng, weci, bakwan, cireng dan tentunya masih banyak lagi jenis makanan khas Indonesia gorengan ini yang bisa anda pilih sesuai dengan selera. Mulai dari rasa yang manis, asin hingga pedas bisa anda dapatkan pada makanan khas indonesia yang satu ini tergantung anda menginginkan rasa yang mana. Salah satu makanan yang di setiap daerah di berbagai belahan indonesia hampir ada.


Nah kalo udah pada baca ini dan para indo-jubail lovers pada ngiler sampe ngeces, tolong jangan salajkan saya. solusinya bikin sendiri dan bisa panggil saya sebagai quality assurance team or minimal sebagai tester kuliner


Rumangsamu penak? Yo Ora Penak

Setelah kemaren selesai membahas tentang alasan kenapa harus pindah kerja ke jubail maka kali ini saya akan membahas fenomena yang beberapa tahun lalu sempat menjadi trending topic di media sosial. sebuah viral di media sosial tentang perilaku tenaga kerja indonesia di luar negeri yang menimbulkan kontroversial. Sensasi itu bernama:

Rumangsamu opo penak? Penak 
(Menurutmu apa enak? Enak)

Ga diluar negeri ataupun didalam negeri untuk hal mengumpulkan uang pasti ada plus dan minusnya. Sayangnya kebanyakan dari TKI hanya mempertontonkan kenikmatan yang mereka dapatkan dan merasa malu memamerkan untaian air mata yang tidak jarang keluar membasahi catatan perjalan hidupnya.

Memang harus di akui kalo jadi tenaga kerja indonesia diluar negeri itu ada enaknya. 
Contoh beberapa kenikmatan yang sering didapatkan adalah:
  1. Gaji lebih tinggi dibandingkan bekerja di Indonesia. Contoh aja nih yaa. Saudara kita yang bekerja sebagai PRT di saudi arabia dengan gaji sebesar SAR 1500 yang kalau dirupiahkan menjadi Rp 5.25 juta lebih, gaji ini katanya melebihi gaji PNS di kampung halaman. Dalam pikiran hanya ada gaji PRT sebesar itu di Indonesia? Gaji sebesar itu bisa untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, menyekolahkan anak-anaknya (bagi yang sudah punya anak), untuk membangun rumah, untuk ditabung dan untuk modal usaha saat pulang nanti ke Indonesia. 
  2. Tak sedikit juga yang bekerja di luar negeri wabil khusus yang bekerja di KSA punya hasrat untuk  memberangkatkan orang tuanya pegi Umroh atau Haji. 
  3. Ada juga yang bekerja di luar negeri nyambi meneruskan sekolah atau kuliah untuk mewujudkan cita-cita yang tertunda. 
  4. Bahkan yang bikin mereka betah kerja diluar negeri dan terutama di kawasan timur tengah adalah barang mewah memiliki harga kaki lima karena semua barang bebas pajak. Jadi ga heran kalo ngeliat lulusan SD kelas 6, pulang dari luar negeri pegangannya Iphone 6. rumangsamu opo penak? penak

Rumangsamu penak? Yo Ora Penak 
(Menurutmu enak? Ya Ga Enak)

Jangan bayangkan kerja di luar negeri itu semuanya enak karena gaji tinggi, bisa Facebook-an tiap hari dengan internet super murah dan super cepat bahkan kenikmatan menggunakan barang-barang bermerk dengan harga terjangkau. Sini saya kasih tahu bagaimana tidak enaknya bekerja ke luar negeri, Ini beberapa kesengsaraan ketika bekerja di luarnegeri:

  1. Kalo mau jujur ternyata rasa ora penak ini sudah dirasakan saat masih proses awal di penampungan atau PJTKI. Ga sedikit dari kawan kita sebelum ke luar negeri, hidup di penampungan yang sempit, tidur di lantai, makan kurang, mandi harus antri dengan puluhan bahkan ratusan orang lain di penampungan, 
  2. Belum lagi kalo dapat boss asrama yang galak. Kalau tidak betah di penampungan dan ingin pulang, keluarga harus menebus beberapa juta. yang katanya sebagai tebusan atas uang yang telah mereka keluarkan.
  3. Saat tiba di luar negeri dan bertemu majikan, Tenaga kerja informal yang hanya bermodalkan semangat dan tenaga tapi tidak dibekali keahlian akademis. Bahasa rata-rata masih minim karena hanya bermodalkan ijazah SD (ga bisa ngebayangin kalo lulusan SMA saja bahasa inggrisnya masih blepotan, apalagi lulusan SD), Majikan marah karena dah dijelasin tentang scope kerjaan tapi TKI melongo karena ga ngarti sama apa yang diucapkan majikan maka alhasil dibentak, bahkan ada yang dipukuli sampai babak belur, penak pora? Yo ra penak. .
  4. Belum lagi kalau anak yang dijaga nakalnya gak ketulungan, anak jatuh kita disalahkan, bahkan anak bersin saja kita yang disalahkan. bahkan kerja dobel ngurus anak, ngurus mertua majikan yg udah tua dan cerewet ditambah harus beberes rumah plus masak (lengkap banged yaa dah kayak pernah ngalamin hueheheehee) Menurutmu ini enak? Yo gak enak
  5. Itu kan derita bagi yang kerja di sektor informal...pasti masih ngebayangin kalo yang kerja di sektor formal punya kisah seindah bintang bollywood yang hidup bergelimpang kemewahan. bak pengemis yang kejatuhan durian runtuh dan berubah sekejap menjadi milyuner dengan gelar raja minyak dari indo. hidup ga seindah yang kita impikan dan ga seserem apa yang kita takutkan. ternyata banyak pula mereka yang kerja di sektor formal ga tahan dikarenakan kenyataan yang mereka impikan ternyata ga seindah apa yang mereka impikan.

Betah karena Butuh

Buruh migran yang saat ini bekerja di luar negeri memiliki kisah yang bermacam-macam.Ada yang enak dan ada yang tidak enak. Kenapa kalau tidak enak bisa bertahan sampai bertahun-tahun? Ya karena butuh (Butuh dan Betah dedanya cuma di hurup hidupnya doang). Betah bekerja di luar negeri karena butuh biaya untuk mencukupi kehidupan keluarga di kampung halaman. Kalau di Tanah Air lowongan pekerjaan banyak dengan gaji mencukupi, saya pribadi juga akan memilih bekerja di negeri sendiri, bisa dekat dengan keluarga. Yang bekerja di luar negeri, pandai-pandailah mengatur gaji yang didapat, jangan boros, manfaatkan hari libur dengan baik, jangan melupakan tujuan awal bekerja ke luar negeri. Semangat mengumpulkan modal sebanyak-banyaknya agar bisa segera pulang dan membangun negeri sendiri.

Karena sesungguhnya hujan deras di negeri sendiri lebih enak ketimbang hujan rintik di Negara lain.


Kamis, 09 Maret 2017

10 Saudi Arabia dishes must try when you are living in Jubail Saudi Arabia

1. Kabsah ( كبسة )

Kabsa is the number one dish in Saudi Arabia. Whenever you talk to any Saudi, a lot of them will tell you that their favorite food is Kabsa. Kabsa is made of rice, vegetables, and meat. The Saudis usually eat it during lunch and some even eat Kabsa every day Kabsa is a mixed rice dish that is found in both Saudi Arabia and Jordan. It is considered Saudi Arabia’s national dish. Kabsa is made by mixing basmati, long-grained rice with meats and vegetables. The flavour comes from a range of typically Middle Eastern spices including black pepper, cloves, cardamom, saffron, cinnamon, black lime, bay leaves and nutmeg..



2. Mandi

Mandi is a type of Kabsa where the meat is cooked a little differently. In order to make Mande, you must first dig a hole in the ground where the meat will be cooked. After the hole is dug, place charcoal inside of the hole along with the meat, cover it, and then cook it for a few hours. You will later add rice and other vegetables to the dish. All of the Saudi Arabians I have spoken with say that Mande is delicious. Mandi is a variation of Kabsa usually made with lamb. It is different from Kasba as it is cooked in a special oven, made from digging a hole in the ground. A hole is dug and wood is burned at a high temperature to create charcoal which generates lots of smoke. The meat is suspended above the smoking charcoal and the hole is covered with clay



3. Mofatah

Mofatah is much like a Kabsa, but the main ingredient is a whole sheep. Traditionally on special occasions, Saudi Arabians would welcome a guest’s arrival or celebrate a wedding by slaughtering a sheep and preparing a Mofatah meal. Nowadays, Saudi Arabians are more likely to bring a dead sheep to a restaurant where it is prepared for the meal rather than kill it themselves.


4. Jareesh (جريش)

Jareesh is made of groats (type of grain) that may be accompanied with onions, chicken, red pepper, and tomatoes. Jereesh is not the main dish for the meal like Kabsa. It is more of a side dish



5. Marqooq (مرقوق)

Marqooq is a traditional Gulf recipe that every family adds their own spin to. Basically, it’s a lamb stew with vegetables and dough a lot like American dumplings. You can use whatever vegetables that you like, but I’ve noticed that most people do use pumpkin when making it. The dough rounds are usually made from brown flour or a mix, but if you only have white that will work just fine too. I have even seen that some women make one huge disk from the dough and just cover the top of the stew, while others make them small, again this is your own personal preference



6. Saleek (سليق)

Saleek is a lighter Saudi Arabian dish that is comparable with Risotto. It is also one of the more healthy plates you can find in Saudi Arabia



7. Um Ali (أم علي)

Um Ali is a dessert that combines the creaminess of bread pudding and cinnamon nut stuffing of baklava. It is a wonderful treat warm out of the oven or cold out of the fridge. The name comes with a story – or maybe even stories




8. Falafel (فلافل‎‎)

is a deep-fried ball or patty made from ground chickpeas, fava beans, or both. Falafel is a traditional Egyptian and Middle Eastern food, commonly served in a pita, which acts as a pocket, or wrapped in a flatbread known as taboon; "falafel" also frequently refers to a wrapped sandwich that is prepared in this way. The falafel balls are topped with salads, pickled vegetables, hot sauce, and drizzled with tahini-based sauces. Falafel balls may also be eaten alone as a snack or served as part of a meze (assortment of appetizers).Falafel is a common food eaten throughout the Middle East. The fritters are now found around the world as a replacement for meat and a form of street food.


9. Hummus (حُمُّص)

Hummus is a Levantine and Egyptian food dip or spread made from cooked mashed chickpeas or other beans, blended with tahini, olive oil, lemon juice, salt and garlic.Today, it is popular throughout the Middle East (including Turkey), North Africa (including Morocco), and in Middle Eastern cuisine around the globe. It can be found in most grocery stores in North America



10. Shawarma (شاورما)

Shawarma is a meat sandwich eaten by people in the Middle East. It is served in round Arabic bread with meat and vegetables, with some spice or sauce of choice, in it. Normally, the meat can either be lamb, beef, turkey, or chicken. Shawarma can also be spelled chawarma, shwarma, shawerma

Rabu, 08 Maret 2017

Mada'en Shaleh.... Kota Peninggalan 'Kaum Terlaknat' yang sebaiknya tidak dikunjungi berdasarkan hadits Nabi Shalallahu'alaihi wasallam yang tidak banyak orang ketahui

Bongkahan batu-batu besar dengan ragam bentuk estetis berdiri kokoh di sepanjang jalan di Madain Saleh, sekitar 470 kilometer dari Madinah, Arab Saudi. Lokasi ini disebut-sebut sebagai tempat tinggal kaum Tsamud, umatnya Nabi Saleh yang Allah SWT musnahkan akibat keingkarannya.Kaum Tsamud yang juga disebut Ashab al-Hijr atau penduduk di batu ini memang diakui dalam Alquran sebagai bangsa yang ahli dalam memahat gunung berbatu. Mereka hidup pada abad ke-8 sebelum masehi, sekitar tahun 800 SM. Melihat tekstur bangunan yang sedemikian rupa pastinya menggoda aatau menggelitik hasrat untuk tampil selfie atau bahkan welfie dengan background panorama tersebut seolah kita sedang berada di zaman mesir kuno. Eiit awas....dibalik keindahan tersebut ternyata ada beberapa larangan yang Nabi shalallahu'alaihi wasallam peringatkan kepada umatnya akan lokasi tersebut. untuk mengetahui warning dari baginda Rasul, yuk kita simak ulasan berikut:

Tsamud, adalah nama qabilah yang sangat terkenal. Nama ini diambil dari nama moyang mereka, yaitu Tsamud saudara kandung Judais, keduanya adalah anak Abir bin Iram bin Sam bin Nuh yang tinggal di gunung yang terletak di antara tanah Hijaz dan Tabuk. Kaum ini muncul setelah binasanya kaum ‘Aad, dan mereka pun adalah kaum penyembah berhala seperti pendahulunya tersebut. Maka, Allah Ta’ala mengutus seorang Nabi untuk mereka dari kalangan mereka sendiri. Kaum Tsamud sendiri menempati sebuah lembah bernama lembah Hijr. Disanalah mereka membangun peradaban sebelum akhirnya binasa oleh adzab Allah Ta’ala.

Nasab Nabi Shalih ‘Alaihissalaam dan Pengutusan Beliau

Beliau ‘Alaihissalam bernama Shalih bin ‘Abid bin Masikh bin ‘Ubaid bin Hajr bin Tsamud bin Abir bin Iram bin Sam bin Nuh. Beliau termasuk anggota kaum Tsamud. Beliau diutus Allah ketika kemusyrikan dan kezhaliman merajalela di tengah-tengah kaumnya. Tentangnya, Allah Ta’ala berfirman :

وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ هَذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آيَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ. وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ عَادٍ وَبَوَّأَكُمْ فِي الأرْضِ تَتَّخِذُونَ مِنْ سُهُولِهَا قُصُورًا وَتَنْحِتُونَ الْجِبَالَ بُيُوتًا فَاذْكُرُوا آلاءَ اللَّهِ وَلا تَعْثَوْا فِي الأرْضِ مُفْسِدِينَ

Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Shalih. Ia berkata. “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya, dengan gangguan apa pun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih. Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum ‘Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.” [QS Al-A’raaf : 73-74]

Dikisahkan, bahwa setelah binasanya kaum ‘Aad karena tertimpa adzab angin yang dahsyat, Allah Ta’ala mengkaruniakan kepada kaum Tsamud suatu karunia dan kejayaan seperti pendahulunya tersebut. Mereka mampu membangun istana-istana yang megah pada tanah-tanah datar dan mereka juga adalah kaum pemahat gunung dan bukit-bukit untuk dijadikan tempat tinggal. Inilah nikmat yang sangat banyak yang Allah Subhanahu wa Ta’ala karuniakan kepada mereka. Dan seperti yang sudah-sudah, akhirnya sejarah pun berulang kembali, terlenanya mereka oleh kehidupan duniawi, harta dan kesenangan, membuat mereka melupakan siapa Pencipta mereka, Iblis dan syetan pun membisikkan kejahatan ke dalam qalbu mereka. Seiring dengan semakin hilangnya ilmu, maka tauhid pun diabaikan, kaum Tsamud akhirnya mengulangi apa yang dilakukan kaum ‘Aad, yaitu menyembah berhala. Akhirnya Allah Ta’ala mengutus Nabi Shalih yang merupakan anggota kaum Tsamud.

Nabi Shalih berkata kepada kaumnya :

قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الأرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ

Shalih berkata, “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).” [QS Huud : 61]

Kaum Tsamud membalas ajakan mulia beliau :

قَالُوا يَا صَالِحُ قَدْ كُنْتَ فِينَا مَرْجُوًّا قَبْلَ هَذَا أَتَنْهَانَا أَنْ نَعْبُدَ مَا يَعْبُدُ آبَاؤُنَا وَإِنَّنَا لَفِي شَكٍّ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ مُرِيبٍ

Kaum Tsamud berkata, “Hai Shalih, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami.” [QS Huud : 62]

“Sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang yang kami harapkan,” maksudnya adalah sebelum Nabi Shalih mengajak untuk mengesakan Allah Ta’ala dan meninggalkan berhala-berhala yang disembah, kaumnya sangat mengharapkannya tumbuh sebagai manusia yang sempurna akal dan pikirannya, utamanya untuk meneruskan apa yang telah disembah oleh moyang-moyang mereka tersebut serta menjadi pemimpin dan pemuka kaum Tsamud.

Nabi Shalih berkata :

قَالَ يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كُنْتُ عَلَى بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَآتَانِي مِنْهُ رَحْمَةً فَمَنْ يَنْصُرُنِي مِنَ اللَّهِ إِنْ عَصَيْتُهُ فَمَا تَزِيدُونَنِي غَيْرَ تَخْسِيرٍ

Shalih berkata, “Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan diberi-Nya aku rahmat (kenabian) dari-Nya, maka siapakah yang akan menolong aku dari (azab) Allah jika aku mendurhakai-Nya. Sebab itu kamu tidak menambah apa pun kepadaku selain daripada kerugian.” [QS Huud : 63]

Perkataan beliau ini merupakan salah satu ciri-ciri khas para Nabi dan Rasul dalam berdakwah, mereka selalu menunjukkan tutur kata yang lemah lembut dan fasih dalam berbicara. Seperti halnya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam yang dikaruniai Jawami’ul Kalim (kalimat-kalimat yang ringkas namun mempunyai makna yang padat), begitupun Nabi Shalih. Beliau membantah pemikiran sesat kaumnya dengan bukti-bukti dan hujjah-hujjah yang kuat serta tak terbantahkan. Beliau menjelaskan bahwa beliau tidak kuasa menolong dari adzab Allah Ta’ala jika mereka semua mendurhakaiNya.

Kaum Tsamud berkata :

قَالُوا إِنَّمَا أَنْتَ مِنَ الْمُسَحَّرِينَ. مَا أَنْتَ إِلا بَشَرٌ مِثْلُنَا فَأْتِ بِآيَةٍ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ


Mereka berkata, “Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir, kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami, maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar.” [QS Asy-Syu’araa : 153-154]

Kaum Tsamud menyangka Nabi Shalih adalah seorang yang terkena sihir, mereka tidak mempercayai bahwa Nabi Shalih adalah utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala oleh karena itu mereka pun meminta bukti berupa semacam mukjizat jika memang Nabi Shalih adalah utusan Allah dan agar beliau bisa menunjukkan sesuatu yang luar biasa.

Mengenai Unta Betina

قَالَ هَذِهِ نَاقَةٌ لَهَا شِرْبٌ وَلَكُمْ شِرْبُ يَوْمٍ مَعْلُومٍ. وَلا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَظِيمٍ

Shalih menjawab, “Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air, dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hari yang tertentu. Dan janganlah kamu sentuh unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar.” [QS Asy-Syu’araa : 155-156]


Al-Imaam Ibnu Jariir Ath-Thabariy [Jaami’ul Bayaan 8/226], menyebutkan bahwa diantara syarat-syarat yang diminta kaum Tsamud adalah seekor unta betina dari sebuah batu besar dengan ketentuan ia sedang mengandung (hamil) 10 bulan dan ia haruslah seekor unta yang besar. Nabi Shalih bertanya, “Apakah jika aku bawa ke hadapan kalian bukti-bukti yang kalian minta, kalian akan beriman dan percaya terhadap apa yang aku bawa?” Mereka menjawab, “Ya!” Kemudian Nabi Shalih bergegas ke tempat shalat dan mendirikan shalat sebanyak raka’at yang beliau mampu, beliau berdo’a kepada Allah Ta’ala agar mengabulkan dan mewujudkan permintaan mereka. Maka Allah Ta’ala pun memerintahkan batu itu untuk terbelah dan mengeluarkan seekor unta betina besar yang sedang mengandung 10 bulan dengan sifat-sifat yang sesuai dengan syarat-syarat mereka. Inilah bentuk kekuasaan Allah yang tak tertandingi, banyak dari mereka yang beriman namun masih lebih banyak mereka yang tetap dalam kekufuran dan penentangannya.

Disebutkan oleh Ibnu Jariir, orang-orang beriman dari kaum Tsamud dipimpin oleh Junda’ bin ‘Amr bin Mukhlah bin Labid bin Jawwas. Disaat pemimpin-pemimpin yang lain ingin beriman, tiba-tiba Dzu’aib bin ‘Umar bin Labid, Al-Hubbab dan Rabaab bin Sham’ar bin Jalhas menghadang mereka sementara Junda’ mengajak sepupunya yang bernama Syihaab yang juga pembesar kaum Tsamud. Dia ingin masuk Islam sebelum akhirnya memilih tetap dalam kesesatannya karena pengaruh ketiga orang tersebut.

Unta betina tersebut makan apapun dari lahan kaum Tsamud sesukanya dan meminum air setiap hari. Jika air sedang melimpah, unta itu minum dari air sumur pada hari itu juga sehingga orang-orang harus mengambil air pada hari ini untuk keperluan esok. Inilah bentuk ujian yang Allah timpakan kepada kaum Tsamud dengan sebab unta betina itu. Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّا مُرْسِلُو النَّاقَةِ فِتْنَةً لَهُمْ فَارْتَقِبْهُمْ وَاصْطَبِرْ

Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah. [QS Al-Qamar : 27]

Penyembelihan Unta Betina

Akhirnya orang-orang jahat itu tidak tahan, mereka merencanakan tindakan makar untuk menyembelih unta tersebut agar persediaan makanan dan air melimpah lagi, dan supaya mereka terbebas darinya. Allah Ta’ala berfirman :

فَعَقَرُوا النَّاقَةَ وَعَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ وَقَالُوا يَا صَالِحُ ائْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ

Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata: “Hai Shalih, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)”. [QS Al-A’raaf : 77].

Disebutkan bahwa orang yang menyembelih unta adalah Qudar bin Salif bin Junda’, dikatakan bahwa ia anak hasil zina, dilahirkan dari hubungan ibunya dengan seseorang bernama Salif, putra dari Shiban. Ibnu Jariir [Jaami’ul Bayaan 8/228] menyebutkan bahwa ada 2 orang wanita dari kaum Tsamud, salah satunya bernama Shaduf binti Al-Mahayya, dia seorang janda. Wanita ini memanggil sepupunya yang bernama Mishra’ bin Mihraj lalu menawarkan dirinya (untuk berzina) jika Mishra’ berhasil menyembelih unta betina tersebut. Kemudian wanita yang satunya bernama Unaizah, seorang wanita tua kafir yang punya beberapa anak perempuan dari suaminya yang bernama Dzu’aib bin ‘Amr, pemuka kaum Tsamud. Wanita ini menawarkan putri-putrinya kepada Qudar bin Salif jika ia berhasil menyembelih unta. Kedua pemuda tadi mengajak kaumnya yang lain hingga 7 orang, jadilah mereka semua berjumlah 9 orang. Allah berfirman :

وَكَانَ فِي الْمَدِينَةِ تِسْعَةُ رَهْطٍ يُفْسِدُونَ فِي الأرْضِ وَلا يُصْلِحُونَ

Dan adalah di kota itu, sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan. [QS An-Naml : 48]

Mereka pun mengintai unta tersebut hingga menemukan waktu yang tepat. Kemudian mereka memanahnya hingga tulang betisnya lepas dan terseret, para wanita kaum Tsamud meniup seruling mengelilingi seluruh penjuru qabilah agar ikut serta menyembelih. Qudar bin Salif menebaskan pedangnya dan mengenai sendi engsel belakang kaki unta hingga ia tersungkur dan tergeletak. Unta itu berteriak dengan maksud memberi peringatan kepada anak-anaknya agar pergi menjauh. Akhirnya 1 tusukan di bagian hati kemudian lehernya membuat unta betina tersebut mati dan mereka pun menyembelihnya.

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada ‘Aliy radhiyallahu ‘anhu, “Maukah aku ceritakan mengenai orang yang paling sengsara?” ‘Aliy menjawab, “Ya.” Rasulullah melanjutkan, “Dua orang laki-laki, salah satunya laki-laki berkulit kemerahan dari kaum Tsamud yang menyembelih unta betina dan orang yang menebasmu pada bagian ini, wahai ‘Aliy -yaitu bagian kepala-, hingga membasahi ini -yaitu janggutnya-.” [Tafsiir Ibnu Abi Haatim no. 19352] – Dishahihkan Syaikh Al-Albaaniy, Shahiihul Jaami’ no. 2589.

Kaum Tsamud Mendapat Adzab

Orang-orang celaka yang menyembelih unta tersebut juga merencanakan makar untuk membunuh Nabi Shalih dan para pengikutnya. Allah Ta’ala berfirman :

فَعَقَرُوهَا فَقَالَ تَمَتَّعُوا فِي دَارِكُمْ ثَلاثَةَ أَيَّامٍ ذَلِكَ وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوبٍ

Mereka membunuh unta itu, maka berkata Shalih: “Bersukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.” [QS Huud : 65]

Allah Yang Maha Melindungi telah mengirim batu-batu yang memporak-porandakan terlebih dulu kepada orang-orang yang hendak membunuh Nabi Shalih sebelum nanti adzab tersebut akan terkena pada kaum Tsamud secara keseluruhan. Nabi Shalih mengkhabarkan kepada kaum Tsamud bahwa esok hari, wajah mereka akan berubah menjadi kuning, kemudian esoknya lagi akan menjadi kemerah-merahan, kemudian esoknya lagi akan menghitam, dan barulah adzab yang mereka nanti-nantikan akan tiba. Tentu saja, kaum Tsamud mengolok-olok peringatan Nabi Shalih ini karena mereka memang kaum yang ingkar.

Hari Kamis, pagi hari, wajah-wajah mereka berubah menjadi kuning sebagaimana peringatan Nabi Shalih. Ketika hari beranjak sore mereka berkata, “Hari yang dijanjikan telah berlalu sehari.” Hari kedua yaitu hari Jum’at, wajah-wajah mereka berubah menjadi kemerah-merahan. Ketika hari beranjak sore mereka berseru, “Hari yang dijanjikan telah berlalu dua hari.” Tibalah hari ketiga, hari Sabtu, wajah-wajah mereka berubah menjadi hitam. Ketika hari beranjak sore mereka bersorak, “Hari-hari yang telah dijanjikan sudah berlalu.” Akhirnya, tibalah hari yang mereka nanti-nantikan, hari Ahad, hari jatuhnya adzab. Kaum Tsamud duduk di rumah-rumah mereka dan beraktivitas seperti biasa sembari menunggu adzab yang dijanjikan oleh Nabi Shalih. Ketika matahari terbit, tiba-tiba dan tak disangka-sangka, datanglah suara keras maha dahsyat lagi maha membinasakan dari arah langit disertai petir dan kilat yang menyambar-nyambar kemudian goncangan yang maha hebat dari bawah tanah mereka, ruh-ruh meninggalkan jasadnya, jiwa-jiwa binasa, tidak ada gerak-gerik manusia, sekonyong-konyong suasana menjadi sunyi senyap dan terjadilah adzab yang tiba-tiba tersebut. Kini, kaum Tsamud hanya berupa bangkai-bangkai tak bernyawa dan di kota itu tak ada lagi tanda-tanda kehidupan. Diriwayatkan bahwa tidak tersisa seorangpun kecuali seorang wanita tua bernama Kalbah binti As-Salq berjuluk Az-Zari’ah. Dia adalah wanita tua yang sangat kafir dan sangat memusuhi Nabi Shalih dan para pengikutnya. Ketika melihat adzab datang, ia berlari terbirit-birit menuju sebuah perkampungan Arab untuk memberitahu mereka akan apa yang ia lihat. Dia meminta minum tetapi kemudian dia mati setelah meminum minuman tersebut. Allah Ta’ala berfirman :

فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا صَالِحًا وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِنَّا وَمِنْ خِزْيِ يَوْمِئِذٍ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ. وَأَخَذَ الَّذِينَ ظَلَمُوا الصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دِيَارِهِمْ جَاثِمِينَ. كَأَنْ لَمْ يَغْنَوْا فِيهَا أَلا إِنَّ ثَمُودَ كَفَرُوا رَبَّهُمْ أَلا بُعْدًا لِثَمُودَ

Maka tatkala datang adzab Kami, Kami selamatkan Shalih beserta orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami dan (Kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang lalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya. Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud. [QS Huud : 66-68]

Allah Ta’ala juga berfirman :

فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ

Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka. [QS Al-A’raaf : 78]

Nabi Shalih dan para pengikutnya telah keluar dari kota tersebut sebelum adzab datang. Beliau berkata :

وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَةَ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ وَلَكِنْ لا تُحِبُّونَ النَّاصِحِينَ

“Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasihat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasihat.” [QS Al-A’raaf : 79]

Beliau telah berusaha memberi nasihat dan amanat Tuhannya dengan kefasihan berbicara, dengan hujjah dan bukti-bukti yang jelas, termasuk bukti Unta betina yang akhirnya mereka sembelih, namun kaumnya lebih memilih adzab ketimbang rahmat dan ampunan Allah Ta’ala. Hanya kepada Allah-lah kita memohon keselamatan dan perlindungan dari adzab dan siksaNya yang keras.


Rasulullah dan Para Sahabat Melewati Lembah Hijr Bekas Kaum Tsamud Saat Perang Tabuk

Tentang hal ini, telah terdapat sebuah hadits shahih yang diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnadnya, dari sahabat Ibnu ‘Umar -radhiyallahu ‘anhuma-, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah singgah bersama para sahabatnya di lembah Hijr pada tahun terjadinya perang Tabuk. Beliau singgah bersama mereka di bekas rumah-rumah kaum Tsamud. Para sahabat meminta beliau untuk mengambil air dari sumur yang biasa dipergunakan kaum Tsamud untuk minum. Dari air itu, mereka mengolah makanan dan memasak daging dengan pancinya. Serta merta Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam memberi perintah agar mereka menumpahkan panci-pancinya, dan masakannya diberikan kepada unta-untanya. Nabi terus melanjutkan perjalanan hingga singgah di sebuah sumur yang pernah digunakan unta nabi Shalih untuk minum. Beliau melarang mereka untuk memasuki kediaman kaum yang pernah diadzab itu. Beliau bersabda, “Aku khawatir, kalian akan ditimpa seperti yang menimpa mereka, maka janganlah kalian memasuki kediaman mereka.” [Musnad Ahmad no. 5948]

Dan, Al-Imaam Al-Bukhaariy meriwayatkan hadits serupa dari Ibnu ‘Umar, bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam ketika berjalan melewati Al-Hijr, beliau bersabda, “Janganlah kalian memasuki tempat tinggal orang-orang yang telah menzhalimi diri mereka sendiri kecuali jika kalian menangis, karena dikhawatirkan kalian akan terkena musibah sebagaimana mereka mendapatkannya.” Kemudian beliau menutup kepala dan wajah sedangkan beliau berada di atas tunggangan. [Shahiih Bukhaariy no. 3380]












Note: bila Nabi shalallahu'alaihi Wasallam melaramg para sahabat untuk memasuki rumah kaum tsamud dan melarang mengambil air dari sumur-sumur tersebut. Mengapa kita harus bersusah-susah melakukan safar untuk sesuatu yang tidak ada tuntunannya bahkan telah datang kabar larangan atas hal tersebut?? So saya nulis ini bukan untuk mempromosikan hal tersebut tapi semata-mata unuk saling mengingatkan hadits Nabi Shalallahu'alaihi Wasallam
Allahu a’lam


–Dinukil dari Al-Bidayah wa An-Nihayah karya Al-Haafizh Abul Fida’ Ibnu Katsiir, tahqiq Syaikh Dr. ‘Abdullaah bin ‘Abdul Muhsin At-Turkiy. Edisi Indonesia Penerbit Pustaka Azzam.–