Minggu, 12 Maret 2017

Rumangsamu penak? Yo Ora Penak

Setelah kemaren selesai membahas tentang alasan kenapa harus pindah kerja ke jubail maka kali ini saya akan membahas fenomena yang beberapa tahun lalu sempat menjadi trending topic di media sosial. sebuah viral di media sosial tentang perilaku tenaga kerja indonesia di luar negeri yang menimbulkan kontroversial. Sensasi itu bernama:

Rumangsamu opo penak? Penak 
(Menurutmu apa enak? Enak)

Ga diluar negeri ataupun didalam negeri untuk hal mengumpulkan uang pasti ada plus dan minusnya. Sayangnya kebanyakan dari TKI hanya mempertontonkan kenikmatan yang mereka dapatkan dan merasa malu memamerkan untaian air mata yang tidak jarang keluar membasahi catatan perjalan hidupnya.

Memang harus di akui kalo jadi tenaga kerja indonesia diluar negeri itu ada enaknya. 
Contoh beberapa kenikmatan yang sering didapatkan adalah:
  1. Gaji lebih tinggi dibandingkan bekerja di Indonesia. Contoh aja nih yaa. Saudara kita yang bekerja sebagai PRT di saudi arabia dengan gaji sebesar SAR 1500 yang kalau dirupiahkan menjadi Rp 5.25 juta lebih, gaji ini katanya melebihi gaji PNS di kampung halaman. Dalam pikiran hanya ada gaji PRT sebesar itu di Indonesia? Gaji sebesar itu bisa untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, menyekolahkan anak-anaknya (bagi yang sudah punya anak), untuk membangun rumah, untuk ditabung dan untuk modal usaha saat pulang nanti ke Indonesia. 
  2. Tak sedikit juga yang bekerja di luar negeri wabil khusus yang bekerja di KSA punya hasrat untuk  memberangkatkan orang tuanya pegi Umroh atau Haji. 
  3. Ada juga yang bekerja di luar negeri nyambi meneruskan sekolah atau kuliah untuk mewujudkan cita-cita yang tertunda. 
  4. Bahkan yang bikin mereka betah kerja diluar negeri dan terutama di kawasan timur tengah adalah barang mewah memiliki harga kaki lima karena semua barang bebas pajak. Jadi ga heran kalo ngeliat lulusan SD kelas 6, pulang dari luar negeri pegangannya Iphone 6. rumangsamu opo penak? penak

Rumangsamu penak? Yo Ora Penak 
(Menurutmu enak? Ya Ga Enak)

Jangan bayangkan kerja di luar negeri itu semuanya enak karena gaji tinggi, bisa Facebook-an tiap hari dengan internet super murah dan super cepat bahkan kenikmatan menggunakan barang-barang bermerk dengan harga terjangkau. Sini saya kasih tahu bagaimana tidak enaknya bekerja ke luar negeri, Ini beberapa kesengsaraan ketika bekerja di luarnegeri:

  1. Kalo mau jujur ternyata rasa ora penak ini sudah dirasakan saat masih proses awal di penampungan atau PJTKI. Ga sedikit dari kawan kita sebelum ke luar negeri, hidup di penampungan yang sempit, tidur di lantai, makan kurang, mandi harus antri dengan puluhan bahkan ratusan orang lain di penampungan, 
  2. Belum lagi kalo dapat boss asrama yang galak. Kalau tidak betah di penampungan dan ingin pulang, keluarga harus menebus beberapa juta. yang katanya sebagai tebusan atas uang yang telah mereka keluarkan.
  3. Saat tiba di luar negeri dan bertemu majikan, Tenaga kerja informal yang hanya bermodalkan semangat dan tenaga tapi tidak dibekali keahlian akademis. Bahasa rata-rata masih minim karena hanya bermodalkan ijazah SD (ga bisa ngebayangin kalo lulusan SMA saja bahasa inggrisnya masih blepotan, apalagi lulusan SD), Majikan marah karena dah dijelasin tentang scope kerjaan tapi TKI melongo karena ga ngarti sama apa yang diucapkan majikan maka alhasil dibentak, bahkan ada yang dipukuli sampai babak belur, penak pora? Yo ra penak. .
  4. Belum lagi kalau anak yang dijaga nakalnya gak ketulungan, anak jatuh kita disalahkan, bahkan anak bersin saja kita yang disalahkan. bahkan kerja dobel ngurus anak, ngurus mertua majikan yg udah tua dan cerewet ditambah harus beberes rumah plus masak (lengkap banged yaa dah kayak pernah ngalamin hueheheehee) Menurutmu ini enak? Yo gak enak
  5. Itu kan derita bagi yang kerja di sektor informal...pasti masih ngebayangin kalo yang kerja di sektor formal punya kisah seindah bintang bollywood yang hidup bergelimpang kemewahan. bak pengemis yang kejatuhan durian runtuh dan berubah sekejap menjadi milyuner dengan gelar raja minyak dari indo. hidup ga seindah yang kita impikan dan ga seserem apa yang kita takutkan. ternyata banyak pula mereka yang kerja di sektor formal ga tahan dikarenakan kenyataan yang mereka impikan ternyata ga seindah apa yang mereka impikan.

Betah karena Butuh

Buruh migran yang saat ini bekerja di luar negeri memiliki kisah yang bermacam-macam.Ada yang enak dan ada yang tidak enak. Kenapa kalau tidak enak bisa bertahan sampai bertahun-tahun? Ya karena butuh (Butuh dan Betah dedanya cuma di hurup hidupnya doang). Betah bekerja di luar negeri karena butuh biaya untuk mencukupi kehidupan keluarga di kampung halaman. Kalau di Tanah Air lowongan pekerjaan banyak dengan gaji mencukupi, saya pribadi juga akan memilih bekerja di negeri sendiri, bisa dekat dengan keluarga. Yang bekerja di luar negeri, pandai-pandailah mengatur gaji yang didapat, jangan boros, manfaatkan hari libur dengan baik, jangan melupakan tujuan awal bekerja ke luar negeri. Semangat mengumpulkan modal sebanyak-banyaknya agar bisa segera pulang dan membangun negeri sendiri.

Karena sesungguhnya hujan deras di negeri sendiri lebih enak ketimbang hujan rintik di Negara lain.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda di sini